Bisnis

Nama Subang Dikaitkan dengan Bisnis Keluarga Donald Trump

Ivanka Trump/cafe.com

SUBANG – Media luar negeri The Guardian mengungkapkan hasil investigasi terkait bisnis keluarga Presiden Amerika Donald Trump. Dalam laporannya The Guardian menulis bahwa buruh di sebuah pabrik pembuat pakaian untuk label mode Ivanka Trump mereka dianiaya secara verbal.

Pabrik yang disebut memproduksi beberapa merek, termasuk merek milik Ivanka Trump tersebut adalah PT. Buma Apparel Industry. Lokasi perusahaan asal Korea tersebut berada di Kecamatan Purwadadi Kabupaten Subang, Jawa Barat. Dengan adanya berita tersebut, tentunya membuat nama Subang dikaitkan dengan bisnis keluarga Donald Trump.

Dalam laporannya The Guardian menulis seorang buruh di PT. Buma Apparel Industry bernama Alia yang merupakan buruh tamatan SMA ini sudah bekerja lama di pabrik garmen tersebut. Kini ia telah memiliki dua orang anak hasil perkawinannya dengan Ahmad.

Selama bekerja di pabrik tersebut, Alia bersama sang suami tidak pernah bisa berpikir untuk membersihkan hutang mereka dengan pekerjaan saat ini. Selama bertahun-tahun bekerja di PT Buma, mereka hanya mampu menyewa dua kamar di sebuah rumah kos berdebu seharga Rp. 390.000 atau sekitar 30 USD per bulan.

Mereka harus meninggalkan anak-anak mereka selama bekerja dan yang lebih parahnya mereka bahkan tidak bisa bermimpi untuk bisa membeli sebuah rumah dengan penghasilan mereka sekarang. Karena gaji mereka di pabrik tersebut sekitar Rp 2,3 juta atau 173 USD per bulan.

Dalam laporannya The Guardian menyebut bahwa upah yang diterima buruh Subang yang bekerja di pabrik yang memproduksi untuk merek milik Ivanka Trump termasuk upah terendah di Indonesia secara keseluruhan, dan 40 persen lebih rendah daripada standar upah buruh pabrik di China, sumber tenaga kerja lain untuk merek Ivanka Trump.

Seperti diketahui PT Buma Apparel Industry sendiri merupakan perusahaan garmen milik Korea yang memulai usahanya di Indonesia pada tahun 1999. Perusahaan ini adalah salah satu pemasok untuk G-III Apparel Group, produsen grosir untuk merek fashion ternama termasuk merek pakaian Trump.

Selain itu, pekerja lainnya juga mengatakan bahwa mereka mengalami pelecehan verbal, dipanggil dengan sebutan kasar seperti: binatang, orang bodoh dan monyet. Di luar ini, PT. Buma juga memiliki pola PHK buurh sebelum bulan Ramadhan dan mempekerjakan mereka kembali sebulan kemudian.

Comments
To Top