Bisnis

Pelabuhan Patimban Tidak Hasilkan PAD Secara Langsung

SUBANG – Keberadaan Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang ternyata tidak secara langsung menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal tersebut dikarenakan Pemkab tidak mampu menanam saham dalam pembangunan mega proyek tersebut.

Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Subang H. Abdurakhman mengatakan, dengan adanya pelabuhan nanti, Pemkab akan mendapatkan penghasilan dari pertumbuhan ekonomi yang bagus. Penghasilan itu akan didapat dari para pelaku bisnis yang membuka usaha disana.

“Dengan kehadiran pelabuhan ini, pemerintah daerah memang secara langsung tidak mendapat penghasilan, hanya secara tidak langsung akan mendapatkan penghasilan dari pertumbuhan ekonomi yang bagus. Iya, nantikan disana masyarakat akan mudah mendpatkan kerja, dan akan bermuunculan para pelaku usaha, hotel, rumah makan dan lain sebagainya akan dibangun disana, nah itukan ada pajaknya untuk daerah,” kata H. Abdurakhman kepada Mediajabar.com, Senin (11/9/2017).

Dalam proses pembangun pelabuhan tersebut, Pemkab Subang memang berencana untuk menanam saham dalam proyek tersebut. Namun karena alasan tidak adanya anggaran, dalam proyek pembangunan pelabuhan tersebut Pemkab Subang tidak terlibat secara langsung.

“Tadinya begitu, Pemkab ingin punya saham, tapi karena uangnya tidak ada. Jadi kita hanya mempasilitasi pusat untuk bagaimana caranya proses pembangunan pelabuhan ini berjalan lancar,” katanya.

Sekda mengatakan saat ini progres pembangunan pelabuhan baru sampai tahap pembebasan lahan. Setelah proses pembebasan lahan beres dan semua pembayaran kepada pemilik lahan selesai, baru akan dilaksanakan proses pembangunan fisik pelabuhan.

“Sekarang baru tahap appraisal. Baru menginjak awal appraisal. Kenapa demikian karena mencari pemilik lahan disana cukup sulit. Begitupun pendataannya. Disanakan ada tanah hibah yang pembebasannya harus melibatkan kementraian agama. Selain itu yang punyanya ada yang dari luar kota, dan lain sebagainya,” jelas Sekda.

Dalam melakukan pembebasan tanah yang didarat yang luasnya sekitar 352 hektar itu saat ini sudah dipilah by name by addres. Anggaran untuk pembebasan lahan itu langsung dari pemerintah pusat sebesar Rp 2 miliar.

“Disitu diketahu, status tanahnya ada tanah hibah, wakap, tanah negara, pemkab, tanah perusahaan dan lain-lain. Kita pastikan setelah appraisal selesai, tanah akan segera dibayar, dan pembangunan fisik pelabuhan akan dimulai,” katanya.

Adapun untuk proses pembangunan pelabuhan, Sekda mengatakan akan melakuka proses pembangunan fisik pelabuhan dari daerah laut terlebih dahulu dihamparan sekitar 300 hekar. hal tersebut dilakukan agar tidak mengganggu proses pembebasan lahan di wilayah darat.

“Iya, rencananya akan dilaksanakan di laut dulu, biar tidak menggganggu pembebasan di darat. Saat inikan pembebsan lahan itu berada di tujuh desa dan dua kecamatan yakni di kecamatan Pusakaratu dan Pusakanagara. Jadi supaya tidak mengganggu proses pembebsan, pembangunan dimulai di laut dulu,” katanya.

Sebelumnya Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Subang Sumasna mengatakan dengan dibangunnya pelabuhan tentunya tidak menjadi sumber secara langsung seperti tempat wisata dan rumah makan, serta restoran.

“Iya, pelabuhan sendiri tidak menjadi sumber PAD, tidak seperti obyek wisata Sari Ater misalnya yang memang menjadi sumber PAD kita karena kita disana memiliki saham. Nah, untuk peabuhan tidak seperti iyu, tapi kita memanfaatkan inpratruktur didalam sana yang tentunya akan menjadi PAD bagi daerah. Kita bisa ambil pajak tempat makan disana, dan aktivitas bisnis lainnya,” kata Sumasna.

Oleh karena itu, saat ini pemkab sedang menganalisa segala hal yang bisa menjadi PAD dalam aktivitas pelabuhan Patimban tersebut, sehingga dengan kehadiran pelabuhan tersebut bisa menambah pemasukan daerah.

“Saat ini kita sedang menganalisa apa yang menguntungkan bagi kita, tujuannyakan untuk kesejahteraan masyarakat dan menjadi PAD. Kita dorong semua OPD untuk menganalisa sesuai dengan masing-masing bidangnya,” katanya.

Pelabuhan yang tahap awal pembangunanya akan menggunakan daerah daratan seluas 356 hektar dan laut seluas 350 hektar itu, sampai saat ini progresnya masih dalam tahap pendataan dan pembebasan lahan.

“Masih dalam tahap pembebasan tahan, diluar itu beluam ada proggres apapun. Teman-teman yang di pusat memang sudah beberapa kali melakukan pengecekan, seperti mengecek kelayakan untuk pembangunan jalan kereta apa dan lain sebagainya. Namun, sampai saat ini kita belum ada tembusan progresnya gimana,” kata Sumasna.

Comments

Redaksi: Jl. R.A. Kartini No 8A Kabupaten Subang, Jawa Barat 41285

Tlp: (0260) 4240904 atau SMS/WA: 085 224 950 462 - Email: redaksi[@]mediajabar.com

© MEDIAJABAR.com - 2016. MEDIAJABAR.com tidak bertanggung jawab atas berita dari situs luar

To Top