Bisnis

Pengelola Tokma Tegaskan Semua Proses Perizinan Sudah Ditempuh

SUBANG – Berbagai pihak saat ini tengah menyoroti keberadaan Tokma di Desa Sukamulya Kecamatan Pagaden Kabupaten Subang yang mulai beroprasi pada 9 Maret 2017 lalu. Pasalnya toko modern yang kantor pusatnya berada di Bandung itu dituding tidak memiliki izin.

Dengan adanya tudingan yang seolah-olah pihak pengusaha tidak mematuhi proses perizinan di Kabuupaten Subang tersebut, membuat pihak pengelola yaitu PT. Panca Tokma Lestari angkat bicara.

“Iya, kami sudah sejak tahun 2012 lalu memproses segala perizinan. Tokma Pagaden sendiri sudah mengantongi sejumlah perizinan yang diperlukan. Kami sudah menempuh semua proses sesuai prosedur yang berlaku,” kata Perwakilan PT. Panca Tokma Lestari Asep Surya kepada Mediajabar.com, Rabu (15/3/2017).

Asep menjelaskan, semua proses untuk mendapatkan izin sudah ditempuh, dari mulai izin lingkungan, pemerintah desa dan kecamatan semuanya sudah ada dan sudah diberi izin, Setelah selesai ditingkat kecamatan, pihaknya kemudian mengurus izin ke Badan Perizinan dan Penanaman Modal (BPMP) yang sekarang menjadi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu.

“Kami sudah menempuh proses perizinan dari mulai lingkungan sampai di kecamatan, kemudian kami lanjutkan ke BPMP yang sekarang menjadi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu.  Pengajuan izin tersebut sudah disampaikannya sejak lama, ketika pimpinan BPMP dijabat pejabat lama,” ungkap Asep.

Menurut Asep, saat mengajukan perizinan kepada BPMP, proses perizinan tersendat. Pihak BPMP menolak mengeluarkan izin, dengan dalih, kuota (jumlah) toko modern dibatasi hanya 150 buah sesuai Perda.

“Menurut mereka (BPMP), kuotanya sudah penuh. Kami beberapa kali memohon perizinan, berkas pengajuannya pun sudah masuk, tapi enggak dikasih ruang, ‘pintunya’ ditutup. Kata mereka (BPMP), kuotanya cuma 150 buah,” katanya.

Proses untuk mendapatkan izin yang sudah pihak Tokma lakukan selama ini sudah maksimal, sehingga pihaknya keberatan jika dituding tidak mematuhi ketentuan yang berlaku, atau tidak menempuh prosedur perizinan.

“Kami sudah berupaya menempuh perizinan sesuai prosedur, kami taat aturan. TIdak bener jika ada yang menuduh kami tidak patuh aturan. Bahkan, saat inipun, upaya untuk memeroleh kelengkapan dokumen, terus kami lakukan, seperti mengajukan UPL/UKL ke Dinas Lingkungan Hidup,” katanya.

Saat ini menurut Asep, dari target pendirian lima unit Tokma pihaknya sudah membangun empat unit. Yakni, di Kecamatan Jalancagak, Subang Kota di Jalan Cadika, Pagaden di wilayah Desa Sukamulya, dan Pamanukan. Adapun satu lagi, direncanakan dibangun di daerah Kalijati Timur Kecamatan Kalijati.

“Selain di Subang, Tokma juga sudah berdiri di kota/kabupaten lain di Jawa Barat. Di antaranya, Karawang, Bekasi, Garut, Purwakarta, Bogor, dan lainnya. Targetnya, kami bisa membangun 4-5 unit di setiap daerah. Khusus di Bandung, merek dagang yang kami pakai itu Borma,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Subang, Kusman Yuhana, mengaku, belum memberikan izin pendirian atas toko modern tersebut.

“Belum, karena terkendala aturan,” kata Kusman.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Subang, Yayat Sudrajat, menyebut, pengajuan UPL/UKL yang disampaikan manajemen Tokma sudah masuk kepada staf di instansinya.

“Sudah masuk ke staf, masih kami kaji, selanjutnya tinggal menunggu hasil kajian. Apakah layak atau tidak,” katanya.

Comments
To Top