Daerah

Keberadaan Ojek Online di Kota Cirebon Jadi Ancaman Ojek Konvensional

CIREBON – Maraknya transportasi online yang mulai beroperasi di Kota Cirebon mulai menuai kritikan dari transportasi konvensional. Hal ini didasari oleh pilihan masyarakat Kota Cirebon yang lebih memilih transportasi online yang di dalamnya terdapat ojek online.

Hal ini dikeluhkan Tibi (36) salah satu pengemudi ojek konvensional kepada Mediajabar.com, Jumat (11/8/2017). Tibi yang biasa beroperasi dan mangkal di Stasiun Cirebon ini mengakui pendapatannya menurun drastis.

Penurunan pendapatannya ini akibat banyaknya ojek online yang juga beroperasi di Stasiun Cirebon. Dulu dalam sehari Tibi mampu meraih omset Rp 50 ribu, tapi kini Tibi hanya mampu meraih omset Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu saja.

“Biasa mendapat Rp 50 ribu sekarang hanya dapet Rp 20-30 ribu semenjak adanya transportasi online. Banyak penumpang kereta api ketika turun di stasiun lebih memilih transportasi online padahal dengan kaya gitu bisa mematikan jasa angkutan konvensional kaya ojek pangkalan,” kata Tibi.

Hal senada pun diungkapkan Kalirih yang merupakan salah satu pengemudi ojek konvensional. Dirinya mengakui pendapatannya terganggu dengan adanya ojek online terlebih dengan rentang harga yang cukup jauh. Kalirih menilai jika harga yang berada di ojek online terlampau murah.

“Dengan jarak yang sama namun rentang tarif yang berbeda jauh, bahkan bisa kurang dari setengah harga yang kita berlakukan di ojek pangkalan ini,.” jelas Kalirih.

Kalirih menilai tidak adanya ketegasan dari pemerintah daerah untuk mengatasi problematika ini. Dirinya juga menilai tidak adanya niatan menyudahi perbedaan tarif ini.

“Tidak adanya ketegasan dari pemerintah daerah untuk mengatur regulasi transportasi online, jika terus di biarkan kami bisa tidak makan,dapur kami juga tidak ngebul, ” ujar Kalirih.

Comments
To Top