Daerah

Kesbangpol Subang Intensif Awasi Warga Negara Asing

SUBANG – Dengan diberlakukannya era perdagangan bebas atau dikenal dengan MEA, tentunya akan berdampak banyak warga asing. Oleh karena itu diperlukan kerjasama dari semua pihak termasuk masyarakat dalam melakukan pengawasan.

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengajak masyarakat melakukan pengawasan warga asing adalah dengan menggelar seminar kebangsaan dengan tema “Peningkatan Pengawasan Orang Asing dalam Menciptakan Keamanan dan ketertiban lingkungan serta stabilitas negara”.

Kepala Kesbangpol Subang Ujang Sutisna, mengatakan giat ini dilaksanakan dengan menggunakan anggran negara, maka dari itu dimohon keseriusannya dalam mengikuti dan menyimak materi dari para narasumber.

“Berkaitan dengan perkembangan jaman dimana telah diberlakukannya MEA, tentunya akan berdampak kewilayah Subang, sehingga diperlukan kerjasama dari semua pihak termasuk masyarakat dalam pengawasan orang asing,” kata Ujang Sutisna.

Menurut Ujang, dimasa yang akan datang, generasi muda yang hadir saat ini akan menghadapi persaingan super ketat dengan warga pendatang. Sehingga diperlukan peningkatan kualitas individu agar mampu bersaing.

“Kita harus bersiap untuk menghadapi persaingan ini. Nanti warga asing itu akan banyak, dan kita sebagai tuan rumah harus mampu bersaing dan mereka para pendatang harus diawasi,” katanya.

Kegiatan yang dilaksankan di aula Desa Sadawarna Kecamatan Cibogo, Subang tersebut dihadiri oleh ratusan masyarakat. Dengan pemateri Baur POA sat intelkam Polres Subang Bripka Norry Indra Sondara, Kemenag dan Akademisi.

Bripka Norry Indra Sondara dam kesempatan tersebut mengatakan bahwa dasar hukum Polri dalam melakukan pengawasan terhadap orang asing sesuai pasal 15 huruf (i) UU No 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.

“Adapun untuk kondisi orang asing yang berada di wilayah Subang saat ini diantaranya mereka adalah pekerja dan Relawan Asing Peace Corp di sekolah-sekolah,” katanya.

Adapun untuk permasalah warga asing di wilayah Subang adalah imigran gelap. Selain itu, dampak peningkatan warga asing seperti dari sektor industri semakin akan menyebabkan banyak orang yang nikah campuran antara warga lokal dengan warga asing.

“Adapun upaya Polres Subang dalam mengawasi warga asing itu, dengan melakukan langkah preventif seperi pendataan dan ceking penginapan, botak dan vila dan perusahaan,” katanya.

Menurut Norry, jika ada warga asing yang terindikasi melakukan pelanggaran denhan koord Kantor Imigrasi Bandung. Tercatat selama tahun 2017 sampai degan bulan Juli ini sebnyak dua kasus orang asing diserahkan kepada imigrasi untuk dilakukan deportasi.

“Dengan berbagai permasalahan tersebut tentunya masyarakat harus berpesan aktif besama-sama mengawasi warga asing di Subang,” katanya.

Comments
To Top