Daerah

KIPP Tuding Imas Aryumningsih Hambat Pelantikan Wakil Bupati

SUBANG – Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Indonesia menggelar diskusi bersama dengan sejumlah aktivis dan jurnalis yang berada di wilayah Subang di kantor KPU Kabupaten Subang, Selasa (4/12/2017).

Diskusi dipimpin oleh Sekjen KIPP Indonesia Kaka Suminta dengan peserta jurnalis dari sejumlah media dan aktivis salah satunya Ketua Barisan Patriot Bela Negara (BPBN) Subang Dadang Juanda. Serta Ketua Komisi II DPRD Subang Dadan Yudaswara.

Tema diskusi yang dilakukan di aulia KPU Kabupaten Subang tersebut membahas terkait wakil bupati Subang yang tidak kunjung dilantik. Sejumlah penyebab terungkap mengapa sampai saat ini Subang tidak kunjung memiliki wakil bupati.

“Ini merupakan diskusi yang kesekian kalinya yang dilakukan oleh KIPP di Subang. Kali ini temanya membahas kenapa sampai saat ini Subang tidak kunjung memiliki wakil bupati,” kata Sekjen KIPP Indonesia Kaka Suminta.

Dalam diskusi tersebut terungkap ada beberapa penyebab yang membuat wakil bupati sampai saat ini belum kunjung dilantik. Masalahnya bisa jadi ada di DPRD atau bupati Subang itu sendiri.

“Wakil Bupati harus segera dilantik, karena ada beberapa tugas yang tidak bisa diwakili diantaranya adalah pengawasan seperti yang sekarang banyak dikeluhkan oleh masyarkat. Terutama maslah infrastuktur dan pelayanan publik lainnya,” kata Kaka.

Kaka dalam diskusi ini menegaskan bahwa DPRD harus benar-benar segera melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai undang-undang. Laksanakan segera tugas melantik wakil bupati.

“Saya desak DPRD segera melaksanakan sesuai tufoksinya. Salah satunya melantik wakil bupati,” katanya.

Namun jika maslah terletak pada bupati itu sendiri, KIPP mendesak bupati Subang untuk mengambil sikap tegas, segera memberikan rekomendasi sesuai aturan. Jangan sampai menghambat.

“Kalau DPRD menjawab sudah menerima rekomendasi dari bupati, tapi tidak sesui. Itu berarti hambatannya ada di bupati. Bupati Imas saya pikir jangan menghambat, pelantikan wakil harus segera dilakukan karena sudah menjadi amanat undang-undang,” tegas Kaka.

Ketua Komisi II DPRD Subang Dadan Yudaswara mengatakan pihak DPRD memang sudah menerima rekomendasi wakil. Nama-nama calon yang diusulkan sudah masuk, namun dikembalikan lagi.

“Kita sudah terima rekomendasi dari bupati, ada tiga usulan calon. Secara otomatis kita kembalikan lagi, karena menurut aturankan usulannya harusnya dua calon,” kata Dadan.

Dadan menegaskan bahwa bupati seharusnya mengajukan dua nama calon, jangan sampai melebihi karena tidak diperbolehkan menurut aturan.

“Dalam aturan sudah jelas, namun bupati malah mengajukan tiga nama. Itukan tidak boleh. Kalau rekomendasi dari bupati sudah sesui aturan kita DPRD tentunya akan melakukan tugas kita,” tegasnya.

Ketua BPBN Subang Dadang Juanda menambahkan, setelah mendengarkan pihak DPRD yang menyebut bahwa bupati telah merekomendasikan tiga nama calon. Dirinya menilai selama ini tentunya bupati yang menghambat tufoksi DPRD Subang.

“Ini kalau begini masyarakat jadi bingung, kita selama ini tahu nya DPRD yang tidak becus kerja. Namun setelah melihat dan mendengarkan pihak DPRD dapat dipastikan bupati Imas yang menghambat pelantikan wakil bupati,” katanya.

Comments
To Top