Daerah

Menyalakan Optimisme Subang Baru Lewat Diskusi

SUBANG – Portal berita MEDIAJABAR.com telah sukses menggelar diskusi publik dengan tema “Jati Diri Subang” di Aula Wisma Karya Subang, Rabu (2/7/2017). Diskusi tersebut merupakan sebagai bentuk optimisme masyarakat Subang dalam menyongsong Subang baru.

Terlihat hadir dalam acara diskusi tersebut, Kapolres Subang AKBP Yudhi Sulistianto Wahid, Ketua DPRD Subang Beni Rudiono, Kabag Humas Setda Agustias Amin, Ketua KPUD Subang Maman Suparman, tokoah masyarakat, beberapa ketua partai, aktivis mahasiswa dan buruh, serta pimpinan LSM dan Ormas.

Diskusi yang dimoderatori oleh H. Ade Mulyana berjalan dengan lancar. Seluruh narasumber yang diundang yakni tokoh Masyarakat/Ketua PCNU Subang KH. Musyfiq Amrullah, Lc.,M.Si, Akademisi Gugyh Susandi, SE., M.Si, Tokoh Perempuan/Pegiat Subang Baru Dewi Nirmalasari, SKM, Tokoh Agama dan Pegiat Budaya K. Muhamad Abdul Mu’min (Maung Subang) dan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Subang Didin Mahpudin berhasil melahirkan gagasan baru unruk Subang kedepan.

Seperti halnya yang disampaikan oleh KH. Musyfiq Amrullah, dalam diskusi tersebut beliau berpesan kepada pemimpin Subang kedepan harus memiliki program berdimensi agama, selain itu faktor interaksi sosial masyarakat sendiri perlu mendapat perhatian para pemimpin Subang juga melalui program-programnya kelak.

“Saya ingin berbicara secara makro terlebih dahulu, bahwa siapapun yang akan memimpin Subang ini nanti harus membuat program-program yang manusiawi, karena manusia itu berke-Tuhanan,” katanya.

“Makanya program-program dimaksud nantinya harus berdimensi ukhrawi, makanya kata nabi Muhammad disitir dalam Al-Qur’an bahwa aku ini basyar (manusia biasa, red) seperti kamu semua, dan manusia memang membutuhkan interaksi sosial,” imbuhnya.

Sedangkan dari Akademisi Gugyh Susandi dalam diskusi tersebut menyoroti perkembangan ekonomi Subang pasca beroperasinya Pelabuhan Internasional Patimban di Subang yang menurutnya akan berpengaruh besar pada dinamika sosial dan budaya masyarakat Subang. Selanjutnya akan berpengaruh pada jati diri urang Subang.

Kata dia sebenarnya nilai-nilai jati diri urang Subang atau urang Sunda telah memiliki jati diri yang dianut diantaranya someah hade ka semah (ramah mau menerima tamu/pendatang), pindah cai pindah tampian (mampu menyesuaikan dengan lingkungan) dan jati ulah kasilih ku junti (semangat mempertahankan jati diri).

Karakter tersebut sangat mendukung dalam upaya menjawab perkembangan. Namun aplikasi dari nilai-nilai tersebut harus memperhatikan konteks jaman. “Kita tidak bisa selalu dengan cara lama dalam mempertahankan jati diri,” kata Gugyh Susandi.

Nilai-nilai dalam menghadapi pertumbuhan ekonomi yang akan terjadi, maka masyarakat Subang akan berhadapan dengan keadilan “kue” ekonomi. “Oleh karena itu menyikapinya harus ditanamkan semangat bukan saja sebagai penikmat (dari kemajuan pertumbuhan) tetapi juga harus memiliki semangat sebagai penjaga dan perintis,” tuturnya.

Materi lainnya disampaikan oleh tokoh perempuan dan pegiat Subang, Dewi Nirmalasari yang membawakan tema “Jatidiri Subang dan Tantangan pada Budaya Perempuan pada Era Transisi Industri” Menurutnya perempuan harus siap menyongsong Subang kedepan.

Ketua Panitia HUT MEDIAJABAR.com Ade Mahmudin mengatakan terselenggaranya diskusi ini berawal dari kegelisahan sejumlah masyarakat pesisir utara Subang yang akan terkena dampak pembangunan mega proyek pelabuhan Patimban. Lalu muncul pemikiran untuk menginatkan seluruh masyarakat bahwa, setelah pelabuhan pasti akan dibangun proyek-proyek lainnya.

“Ada kekhawatiran 10 atau 20 tahun kedepan seiring bertumbuhnya Subang jati diri sebagai Subang itu hileng. Kita khawatir jika pelabuhan dibangun dan Subang perlahan berubah menjadi megapolitan. Lantas siapkah kita menghadapinya,” kata Ade.

Setelah melakukan diskusi kecil dengan beberapa tokoh dan akademisi, akhirnya muncul sebuah gagasan untuk membuat sebuah diskusi publik untuk mengumpulkan berbagai pandangan tentang Subang baru dari berbagai tokoh.

“Dalam diskusi ini, banyak gagasan yang muncul. Kita sedikit demi sedikit harus mulai memahami bahwa jati diri Subang itu jangan sampai hilang, walaupun Subang akan menjadi megapolitan. Sebagai penyelenggara, harapannya kedepan diskusi semacam ini harus diagendakan secara berkala, untuk teruss mengingatkan masyarakat bahwa Subang sedikit demi sedikit akan berubah menjadi kota megapolitan. Teralhir kita ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” pungkas Ade yang juga GM Mediajabar.com.

Comments
To Top