Daerah

Perusahaan Cuek, Buruh Subang Kemabali Lakukan Aksi dan Bakar Ban Didepan Pabrik

SUBANG – Buruh pabrik PT Sungwoon Indojaya yang berada di desa Kaliangsana kecamatan Kalijati, Subang kembali melakukan aksi unjuk rasa didepan pabrik, kali ini mereka melakukan aksi bakar ban.

Ratusan buruh kembali melakukan aksi setelah, tuntutan mereka sebelumnya tidak diguberis oleh pihak perusahaan. Sebelumnya buruh melakukan aksi karena sejumlah tenaga kerja pribumi telah di-PHK secara sepihak oleh pihak perusahaan tanpa alasan yang jelas.

Berbagai aksi dan tuntutan, serta upaya mediaasi dengan pihak perusahaan menemukan jalan buntu. Akhirnya buruh melakukan aksi lanjutan pada Senin (2/10/2017) sore. Dengan mendapat pengawalan dari aparat kepolisian, buruh terlihat melakukan aksi bakar ban.

Dalam aksinya buruh menyuarakan tuntutan yang sama dengan aksi sebelumnya, mulai dari pekerjakan kembali pekerja pribumi dengan memberikan kesempatan bekerja yang sama seperti pekerja yang lain. Dan pihak perusahaan diminta lebih menghargai pribumi dan tidak bertindak sewenang-wenang.

Berdasarkan Informasi yang dihimpun, Aksi massapun mulai memuncak menjelang adzan magrib sekitar pukul 17.30 Wib, setelah sebelumnya dilakukan audiensi perwakilan dari pihak warga dan pihak perusahaan yang didampingi Kapolsek Kalijati Akp Joni Wardi.

Namun pertemuan singkat itu tidak membuahkan hasil dan solusi yang baik. Massa yang tidak puas tersulut emosi sehingga nekat membakar ban bekas tepat di depan gerbang perusahaan.

“Aksi ini merupakan lanjutan dari hari jumat lalu, untuk menuntut hak dan mempertanyakan alasan perusahaan mem PHK pekerja tanpa alasan. Namun disayangkan, sampai saat ini belum ada realisasi nya,” kata Nalsim (42) salah seorang warga Desa Kaliangsana.

Sebelumnya, Ketua Karang Taruna Desa Kaliangsana Fajar menyayangkan pihak perusahaan PT. Sungwon Indo Jaya yang telah memberhentikan karyawan dengan alasan yang tidak jelas. Hal tersebut tentunya, sangat merugikan karyawan dan memicu kemarahan warga yang juga di dominasi para pemuda di Desa Kaliangsana.

“Saya ingin Perusahaan bisa mempekerjakan kembali karyawan yang merupakan pribumi. Hargai pribumi,”pungkasnya.

Massa aksipun membubarkan diri dengan tertib, setelah datang anggota Dalmas dari Mapolres Subang. Meskipun sebelumnya terjadi insiden kecil.

Comments
To Top