Daerah

Serangan Virus Tugro Sebabkan Petani di Subang Gagal Panen

SUBANG – Banyak petani di wilayah Subang pada musim panen tahun ini tidak bisa mendapatkan hasil yan maksimal, bahkan diantaranya harus gagal panen. Seperti halnya di Kecamatan Cipunagara ada ratusan hektar padi di wilayah tersebut tidak bisa dipanen akibat serangan virus tungro.

Menurut salah seorang petani asal Subang yang juga alumni IPB Deni Nurhadiansyah mengatakan, serangan virus tungro yang menyerang sejumlah padi di wilayah Subang ditularkan oleh wereng coklat. Penyebaran virus ini jika dibiarkan akan semakin meluas dan akan mengancam ketersediaan pangan nasional.

Deni mengatakan dengan beberapa kali gagal panen ini membuat alumni IPB yang berada di Subang berekasi cepat segera mencari solusi, mereka langsung melakukan upaya pengendalian wereng coklat yang dilakukan antara alumni berssama Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian IPB.

“Kita sangat menyambut baik peluncuruan reaksi cepat tanggap pengendalian wereng coklan itu, saya kira IPB memang harus semakin dekat dengan petani dan menjadi jembatan pengetahuan antara ilmuwan dengan petani,” kata Deni Nurhadiansyah, Kamis (15/6/2917).

Deni yang juga merupakan pengurus Himpunan Alumni IPB Subang ini, mengatakan wereng coklat merupakan hama endemik untuk tanaman padi di Indonesia yang sudah ada sejak tahun 70 an. Menurut catatan Klinik Tanaman IPB, keberadaan wereng terlihat sejak revolusi hijau hingga kini. Ledakan wereng cokelat terbesar tercatat tahun 1974-1975, 1986, 1998, dan 2010-2011 dan tahun 2017 bisa jadi kembali terjadi ledakan besar.

“Memang benar, bahwa hama wereng coklat ini merupakan hama endemik dan selalu menjadi salah satu hama yang paling sering menyerang tanaman padi,” katanya.

Dosen dan peneliti hama di Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian IPB Hermanu Triwidodo mengatakan, wereng cokelat memiliki tingkat serangan yang membahayakan. Pengalaman outbreak wereng bisa menyebabkan kegagalan panen hingga 100 persen. Besarnya ancaman kegagalan panen bisa berimbas pada berkurangnya stok beras nasional.

“Karenanya, sebagai bentuk kontribusi IPB dalam memberikan reaksi cepat (quick response) terhadap masalah ini para peneliti IPB menggagas kegiatan Reaksi Cepat Tanggap Pengendalian Wereng Coklat ini,” kata Hermanu.

Kepala LPPM IPB Prastowo mengungkapkan, IPB mempunyai sumberdaya berupa teknologi, kepakaran, mahasiswa dan jaringan untuk bekontribusi dalam memecahkan ledakan hama tersebut

“Oleh karenanya kegiatan ini menjadi sangat penting dilakukan ditengah pengabaian oleh para pihak” tegasnya.

Kegiatan ini sudah dimulai sejak tanggal 9 sampai 11 Juni 2017 lalu, dimana sekitar 350 mahasiswa dan dosen telah terjun ke lapangan melakukan riset tentang hama wereng ini.

Selain di Subang, di Jawa Barat serangan serupa juga terjadi di Indramayu dan Karawang yang merupakan lumbung padi nasional. Hal serupa juga terjadi di beberapa daerah lainnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Selain itu, akan digelar pula klinik tanaman sehat bebas wereng cokelat yang akan ditempatkan di 5 titik serangan wereng coklat yaitu Jawa Barat (Subang), Jawa Tengah (Kebumen), Jawa Timur (Bojonegoro), Banten (Pandeglang), dan Lampung (Lampung Timur). Klinik tanaman ini direncanakan dilakukan mulai Juni sampai Agustus 2017.

Comments

Redaksi: Jl. R.A. Kartini No 8A Kabupaten Subang, Jawa Barat 41285

Tlp: (0260) 4240904 atau SMS/WA: 085 224 950 462 - Email: redaksi[@]mediajabar.com

© MEDIAJABAR.com - 2016. MEDIAJABAR.com tidak bertanggung jawab atas berita dari situs luar

To Top