Daerah

Warga Pantura Subang Minta Pasokan Air PDAM

SUBANG – Sejumlah warga dari beberapa desa yang berada di Kecamatan Legonkulon mendatangi gedung DPRD Subang, Selasa (11/7/2017). Kedangan mereka bertujuan untuk meminta pasokan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) segera sampai ke wilayah mereka.

Masyarakat dari wilayah Pantura Subang tersebut, setelah sampai di gedung DPRD langsung melakukan audiensi dengan dipimpin oleh Ketua DPRD Subang Beni Rudiono dan dihadiri beberapa pejabat terkait lainnya, sepert anggota Komisi I DPRD Bobby, Dirut PDAM  Tirta Rangga Suryana dan Kadis Pemberdayaan Pemdes Memet.

Salah seorang perwakilan warga Teguh Yudha Nugraha mengatakan, sudah lama warga Legonkulon mengusulkan adanya saluran air dari PDAM ke wilayah mereka. Namun sampai saat ini belum juga dipenuhi, padahal kebutuhan air bersih di wilayah itu sangat mendesak.

“Kalau memakai air tanah disinikan asin, jadi untuk mendapatkan air bersih yang tidak asin harus beli ke pedagang air dan harganya mahal,” kata Teguh.

Menurut Teguh,  sudah sejak setahun lalu pihak PDAM Tirta Rangga berjanji akan membangun saluran pipa air ke wilayah mereka. Namun sampai sekarang janji tersebut belum juga direalisasikan.

“Iya, pihak PDAM hanya janji-janji saja, saluran pipa air dan airnya belum sampai ke Legonkulon. Kami datang kesini, mohon keinginan warga ini direalisasikan,” katanya.

Ketua DPRD Subang Beni Rudiono mengatakan sudah mempaslitasi pertemuan antara warga dengan pihak PDAM. Warga disini mengeluhkan pasokan air, dan pihak PDAM tentunya siap memberikan sejumlah solusi agar pasokan air bersih sampai ke Legonkulon.

“Ada beberapa keluhan dari warga, salah satunya terkait air bersih. Semua telah kita jawab, dan pihak PDAM sudah memiliki solusinya,” kata Beni.

Dirut PDAM  Tirta Rangga Suryana, sangat mengapresiasi terhadap penyampaian dari warga masyarakat Legonkulon terkait permasalahan PDAM. Menurutnya pada tahun 2007 PDAM berinisiatif memasang tujuh saluran umum guna kepentingan masyarakat yang dananya berasal dari APBD.

“Namun, seiring berjalannya waktu, saluran air PDAM yang menuju Legonkulon habis dipakai oleh warga masyarakat Pamanukan. Sehingga apabila saluran tesebut di perbaiki juga, air tidak akan sampai ke Kecamatan Legonkulon,” katanya.

Untuk menyelesaikan permalasahan warga terkait keluhan air bersih ini, PDAM sudah menyiapkan berbagai solusi. Diantanya membuat sumur di Kecamatan Pamanukan sebagai pengganti PDAM.

“Iya, untuk program jangka pendeknya, kami mempunyai program untuk membuat sumur sebagai pengganti PDAM, sehingga kami meminta kepada masyarakat untuk menyiapkan tempatnya yang nantinya akan disurvei terlebih dahulu. dan rencananya berada di Pamanukan,” katanya.

Untuk program jangka panjangnya PDAM tentunya akan melanjutkan penambahan saluran ke wilayah Legonkulon, sesuai Pepres tentang PDAM. Namun tentunya untuk membangun jaringan pipa sampai ke Legonkulon tidak membutuhan biaya sedikit.

“kalau program itu dilaksanakan angarannya bisa mencapai Rp 200 miliar, alat dan pipa untuk sampai kesana tentunya sangat mahal. Nah, kalau untuk membangun sumur tentunya tidak semahal kalau kita buat saluran. Makanya itu menjadi program jangka panjang kita,” katanya.

Selain mengeluhkan masalah pasokan air, dalam kesempatan tersebut warga juga menyarakan beberapa tuntutan diantanranya meminta penjelasan terkait Undang-undang Desa dan meminta pemerintah untuk menindak sejumlah Kepala Desa dan BPD yang terlibat langsung dengan urusan politik.

Comments

Redaksi: Jl. R.A. Kartini No 8A Kabupaten Subang, Jawa Barat 41285

Tlp: (0260) 4240904 atau SMS/WA: 085 224 950 462 - Email: redaksi[@]mediajabar.com

© MEDIAJABAR.com - 2016. MEDIAJABAR.com tidak bertanggung jawab atas berita dari situs luar

To Top