Minggu, 20 Mei 2012 06:44:07



Head Line

Ini Jawaban Atas Kritik Terhadap Pemerintahan SBY Selama Dua Tahun

Dirilis oleh Admin pada Kamis, 20 Oct 2011
Telah dibaca 133 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) periode kedua genap berusia dua tahun pada 20 Oktober ini. Berbagai kalangan menyoroti kepemimpinan SBY yang dinilai belum mampu menyelesaikan permasalahan bangsa.

Namun Staf khusus Presiden Bidang Informasi dan Komunikasi, Heru Lelono, menilai pemerintah telah secara serius bekerja menuntaskan persoalan itu. "Kalau banyak atau sedikit keberhasilan itu kan relatif, tapi pemerintah serius mendorong perubahan," ujarnya ketika dihubungi Republika, Kamis (20/10).

Selaku bagian dari masyarakat, Heru menilai salah satu prestasi yang cukup menonjol yakni keberhasilan pemerintah untuk secara berkelanjutan menjaga defisit keuangan negara.

Sebagaimana diketahui, persoalan defisit ini memicu krisis ekonomi di belahan Eropa dan Amerika. Persoalan itu juga berbuntut kepada kericuhan di sejumlah tempat seperti Indonesia 1998 silam. "Memang sesuatu tidak ada yang sempurna. Tapi kalau mau jujur ekonomi kita baik," jelasnya.

Hanya saja memang perlu ada perbaikan, khususnya dalam menjaga ketahanan pangan. Seperti yang diamanatkan oleh presiden sebelumnya, upaya meningkatkan produksi pangan harus terus didorong. Apalagi menghadapi tantangan perubahana iklim ini.

Di bidang keamanan, pemerintah telah mampu bekerja dengan baik jika dibandingkan lima atau 10 tahun silam. Konflik horizontal yang terjadi lebih dikarenakan adanya pergeseran nilai. Terjadi degradasi di masyarakat akibat penyalahgunaan makna demokrasi.

Sementara persoalan hukum, fokus pemerintah yakni pada upaya pemberantasan korupsi. Banyak kasus-kasus korupsi masa lalu terungkap karena keseriusan pemerintah saat ini dalam perkara itu. "Sekarang banyak pejabat ditangkap itu karena kasus-kasus masa lalu. Jadi kenapa banyak, karena sekarang pemerintah serius," ujarnya.

Sebelumnya, dalam penyampaian pidato kebijakan Rabu (19/10) kemarin Presiden SBY juga menegaskan keseriusan dalam pemberantasan korupsi. Menurut SBY, pemberantasan korupsi harus dilakukan tanpa pandang bulu, baik itu di pemerintah pusat, daerah ataupun di legislatif. Karena di hadapan hukum semua sama.

Sementara lembaga penegak hukum dan pemeberantas korupsi juga diharapkan dapat tetap steril. "Tidak adil bila kerja kita siang malam untuk tingkatkan kesejahteraan rakyat, sementara korupsi masih terjadi. Uang negara dirampok oleh mereka yang tidak bertanggungjawab," kata SBY.

  • Share this:
  • Share
  • [refer to site map]