Perbaikan Jalan Cibaduyut Lamban Omzet Pedagang Turun Drastis
Para pedagang sepatu, tas, dan aksesori di Jln.
Cibaduyut Raya mengeluhkan lambatnya proses perbaikan jalan dengan
sistem betonisasi yang sudah dilakukan sejak beberapa bulan lalu. Hingga
saat ini, proses perbaikan bahkan tampak terhenti. Akibatnya, para
pedagang mengaku mengalami penurunan omzet yang cukup drastis.![]()
Dari pantauan di lapangan, Rabu
(19/10), perbaikan jalan mulai dari depan SDN Bojongloa hingga pertigaan
Jln. Cibaduyut Raya-Singgasana. Pekerjaan masih menyisakan beberapa
titik dan terlihat terbengkalai. Menurut informasi, perbaikan terhenti
sejak beberapa hari belakangan tanpa alasan yang jelas.
Salah seorang pedagang sepatu, Ade Irawan mengaku kesal dengan lambatnya
proses perbaikan jalan. Perbaikan terkesan lama bahkan sejak beberapa
hari terakhir dibiarkan tanpa pengerjaan. "Seharunya dikerjakan
semalaman sehingga siang bisa selesai. Kalau seperti ini, 'kan
mengganggu karena ada jalan yang belum selesai tapi tidak dilanjutkan,"
katanya kepada wartawan, Rabu (19/10).
Ade juga menyesalkan tidak tuntasnya perbaikan jalan tersebut. Bahkan ia
menilai perbaikan jalan tidak seperti biasanya. "Sejak pertama
dilakukan sebulan lalu, betonisasi dilakukan di badan jalan bagian
tengah. Terus setelah itu bagian kiri, namun pengerjaannya tidak tuntas
dan menyisakan pekerjaan di depan SDN Bojongloa dengan panjang sekitar
seratus meter. Tapi sekarang bagian kanan jalan juga belum dibeton. Ini
sebenarnya bagaimana?" keluhnya.
Ade juga menuturkan, akibat perbaikan itu, dirinya yang biasa menjual
produk hingga puluhan pasang, saat ini menurun drastis. Bahkan untuk
menjual satu sepatu pun terbilang sulit. "Biasanya Sabtu atau Minggu
omzet bisa di atas Rp 5 juta, lalu hari-hari biasa Rp 2 juta, sekarang
cari seratus ribu saja susahnya minta ampun," tutur Ade.
Enggan masuk toko
Hal senada disampaikan pedagang lainnya, Undang. Seperti halnya Ade,
barang dagangan Undang menjadi kurang laku setelah proyek jalan
dilakukan dan terkatung-katung. Akibat perbaikan itu, tambahnya,
pengunjung jadi enggan masuk ke toko karena sulit mencari lokasi parkir.
"Karena tidak bisa parkir, konsumen tidak jadi belanja," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kota
Bandung, Iming Akhmad menuturkan, proyek tersebut merupakan proyek
peningkatan jalan dengan betonisasi sekitar 300 meter dari depan SD
Bojongloa hingga ke belokan Jln. Singgasana. Proyek itu dikerjakan sejak
sebulan lalu dan diperkirakan akan selesai akhir November. "Namun akan
dipercepat, mudah-mudahan pertengahan November tuntas," ujarnya kepada
wartawan, Rabu (19/10).
Menanggapi keluhan pedagang, Iming mengaku akan berkoordinasi dengan
pengembang agar segera mempercepat betonisasi jalan tersebut. "Saya
sudah kontak pemborongnya dan meminta mereka cepat menyelesaikannya.
Mudah-mudahan nanti malam (tadi malam, red) dikerjakan kembali.
Pemborongnya juga sudah menyatakan kesanggupan," tandasnya.
- Share this:
- Tweet
- Share
- [refer to site map]
