Minggu, 20 Mei 2012 06:45:52



Media Bandung

Perbaikan Jalan Cibaduyut Lamban Omzet Pedagang Turun Drastis

Dirilis oleh Admin pada Kamis, 20 Oct 2011
Telah dibaca 128 kali

Para pedagang sepatu, tas, dan aksesori di Jln. Cibaduyut Raya mengeluhkan lambatnya proses perbaikan jalan dengan sistem betonisasi yang sudah dilakukan sejak beberapa bulan lalu. Hingga saat ini, proses perbaikan bahkan tampak terhenti. Akibatnya, para pedagang mengaku mengalami penurunan omzet yang cukup drastis.

Dari pantauan di lapangan, Rabu (19/10), perbaikan jalan mulai dari depan SDN Bojongloa hingga pertigaan Jln. Cibaduyut Raya-Singgasana. Pekerjaan masih menyisakan beberapa titik dan terlihat terbengkalai. Menurut informasi, perbaikan terhenti sejak beberapa hari belakangan tanpa alasan yang jelas.

Salah seorang pedagang sepatu, Ade Irawan mengaku kesal dengan lambatnya proses perbaikan jalan. Perbaikan terkesan lama bahkan sejak beberapa hari terakhir dibiarkan tanpa pengerjaan. "Seharunya dikerjakan semalaman sehingga siang bisa selesai. Kalau seperti ini, 'kan mengganggu karena ada jalan yang belum selesai tapi tidak dilanjutkan," katanya kepada wartawan, Rabu (19/10).

Ade juga menyesalkan tidak tuntasnya perbaikan jalan tersebut. Bahkan ia menilai perbaikan jalan tidak seperti biasanya. "Sejak pertama dilakukan sebulan lalu, betonisasi dilakukan di badan jalan bagian tengah. Terus setelah itu bagian kiri, namun pengerjaannya tidak tuntas dan menyisakan pekerjaan di depan SDN Bojongloa dengan panjang sekitar seratus meter. Tapi sekarang bagian kanan jalan juga belum dibeton. Ini sebenarnya bagaimana?" keluhnya.

Ade juga menuturkan, akibat perbaikan itu, dirinya yang biasa menjual produk hingga puluhan pasang, saat ini menurun drastis. Bahkan untuk menjual satu sepatu pun terbilang sulit. "Biasanya Sabtu atau Minggu omzet bisa di atas Rp 5 juta, lalu hari-hari biasa Rp 2 juta, sekarang cari seratus ribu saja susahnya minta ampun," tutur Ade.

Enggan masuk toko

Hal senada disampaikan pedagang lainnya, Undang. Seperti halnya Ade, barang dagangan Undang menjadi kurang laku setelah proyek jalan dilakukan dan terkatung-katung. Akibat perbaikan itu, tambahnya, pengunjung jadi enggan masuk ke toko karena sulit mencari lokasi parkir. "Karena tidak bisa parkir, konsumen tidak jadi belanja," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kota Bandung, Iming Akhmad menuturkan, proyek tersebut merupakan proyek peningkatan jalan dengan betonisasi sekitar 300 meter dari depan SD Bojongloa hingga ke belokan Jln. Singgasana. Proyek itu dikerjakan sejak sebulan lalu dan diperkirakan akan selesai akhir November. "Namun akan dipercepat, mudah-mudahan pertengahan November tuntas," ujarnya kepada wartawan, Rabu (19/10).

Menanggapi keluhan pedagang, Iming mengaku akan berkoordinasi dengan pengembang agar segera mempercepat betonisasi jalan tersebut. "Saya sudah kontak pemborongnya dan meminta mereka cepat menyelesaikannya. Mudah-mudahan nanti malam (tadi malam, red) dikerjakan kembali. Pemborongnya juga sudah menyatakan kesanggupan," tandasnya.

  • Share this:
  • Share
  • [refer to site map]