Gunung Guntur Kembali Terbakar
GARUT,(GM)-
Kawasan Gunung Guntur kembali
terbakar, Rabu (19/10). Kali ini, si jago merah melahap ratusan hektare
hutan pinus. Namun, tak seorang pun mengetahui persis sejak kapan
peristiwa itu terjadi. Warga baru mengetahui kebakaran itu sekitar pukul
12.00 WIB.
Warga Desa Rancabango yang bermukim sekitar belasan kilometer dari
tempat kejadian, dengan jelas melihat kepulan asap membubung tinggi dari
bagian samping gunung aktif tersebut. Beruntung, peristiwa itu tidak
menelan korban jiwa.
Dedi Hermawan (45), warga Desa Rancabango, Kec. Tarogong Kidul, Kab.
Garut, mengaku kaget saat melihat asap putih mengepul di sekitar Gunung
Guntur. Namun, awalnya dia tidak memahami asap itu akibat peristiwa
kebakaran.
Menurut Dadang Supari, petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam
(KSDA) Wilayah V Jabar, api terus merembet ke sejumlah blok lain.
Semakin meluasnya lahan yang terbakar membuat petugas kesulitan
memadamkan api.
Semakin luasnya lahan yang terbakar juga disebabkan kencangnya tiupan
angin dengan kecepatan sekitar 60 kilometer per jam sehingga api semakin
sulit dijinakkan.
Apalagi peralatan yang dipergunakan terbilang sederhana, yakni jet
shooter yang dioperasikan secara manual. Alat ini hanya mampu menampung
air sebanyak 4 liter.
Sementara itu, Kepala KSDA Wilayah V Jabar, Teguh Setiawan mengatakan,
kawasan hutan yang terbakar berlokasi di blok Cilopang. Namun, dia belum
mengetahui penyebab kebakaran itu. Meski tidak ada korban jiwa, namun
dipastikan peristiwa ini merupakan kebakaran terbesar sepanjang tahun
2011.
Menurutnya, peristiwa kebakaran bisa disebabkan dua faktor, yakni faktor
alam akibat dedaunan kering terbakar teriknya matahari, dan akibat
faktor manusia yang sengaja membakarnya. Sementara ini, pihaknya belum
melakukan penyelidikan ke arah itu, sebab sedang terfokus pada pemadaman
api.
"Kami belum bisa memastikan penyebab kebakaran itu. Apakah disebabkan
faktor alam, atau akibat ulah manusia. Untuk sementara, kami lebih
berfokus pada upaya memadamkan api, sebelum melakukan penyelidikan
penyebab kebakaran," jelas Teguh saat dihubungi via ponselnya.
Hingga pukul 15.30 WIB, api belum bisa diatasi sehingga menghanguskan
sekitar 150 hektare pohon pinus. Rencananya, Pemkab Garut akan meminta
bantuan Pemprov Jabar untuk memadamkan api. (aji)**
- Share this:
- Tweet
- Share
- [refer to site map]
