Nasional

Korban Ledakan Bom Kampung Melayu, Jakarta adalah Polisi

JAKARTA – Pihak kepolisian mengatakan bahwa dalam peristiwa ledakan bom disekitar halte bus Trans Jakarta yang berada persis di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/7/2017) malam.

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto dalam jumpa persnya mengatakan korban meninggal, lima orang. Tiga orang anggota Polri gugur, dua pelaku meninggal dunia.

“Jadi ada dua pelaku, keduanya laki-laki. Para petugas polisi itu bersiap untuk mengamankan pawai dari suatu kelompok masyarakat, namun pawai belum lewat, terjadi serangan,” jelas Irjen Setyo Wasisto seperti dikutip dari BBC Indonesia.

Dua kali suara ledakan terdengar di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur. Warga mencium bau sangit dan melihat asap tebal. Ledakan pertama terjadi pada pukul 20.58 Wib dan ledakan kedua terjadu pada pukul 21.00 Wib.

Kedua ledakan bom tersebut terdengar sangat kencang, sehingga membuat warga panik dan langsung berhamburan. Lalu lintas disekitar lokasi ledakan semerawut. Petugas sampai saat ini terus mengamankan arus dan lokasi ledakan sudah dipasangi police line.

Para korban ledakan yang mengalami luka-luka saat ini sudah dibawa ke rumah sakit terdekat salah satunya RS Premier Jatinegara. Polisi saat ini masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Setyo mengaku pihaknya sudah menduga akan terjadi serangan di Indonesia, tetapi mengaku tidak tahu kapan dan di mana serangan itu akan dilancarkan. Dia pun menegaskan Polri “tidak kecolongan” dalam mencegah aksi teror ini.

“Ada serangan di Manchester, Inggris, saat konser Ariana Grande. Kita juga mendengar di negara tetangga kita, Filipina, ISIS menyerang kota Marawi. Menurut saya, ini adalah bagian dari serangan global,” ungkapnya.

Setyo menyatakan ledakan yang terjadi di dekat toilet di samping halte TransJakarta itu menewaskan tiga anggota Polri dan dua pelaku laki-laki. Selain itu lima anggota Polri dan lima warga sipil juga luka-luka.

Tagar #FrayForJakarta dan #KamiTidakTakut Menggema di Linimasa

Usai terjadi ledakan bom disekitar halte bus Trans Jakarta yang berada persis di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur muncul tagar #FrayForJakarta dan #KamiTidakTakut di media sosial. Tagar tersebut merupakan respon terhadap aksi teror dari para netizen.

Selain muncul tagar #FrayForJakarta dan #KamiTidakTakut media sosial juga diramaikan gerakan tidak menyebar foto korban bom Kampung Melayu. Hal itu merupakan langkah supaya tidak menciptakan ketakutan terhadap masyarakat.

Akun dhani‏ @arman_dhani antara lain menulis, “Kalau punya rekaman video/foto yang menunjukkan korban ledakan kampung melayu, mohon gak disebarkan. Tak perlu membantu menyebarkan teror,”

Sementara Yusuf Muhammad‏ @yusuf_dumdum menyatakan, “Maaf foto2 yg trjadi (foto-foto yang terjadi) ledakan bom di Kampung Melayu saya hapus, karena kita tidk ingin kelompok teroris tertawa! Kita lawan #KamiTidakTakut.”

Imam Wahyudi, anggota Dewan Pers juga menyatakan himbauan yang sama.

“Teman….publikasi adalah oksigen bagi terorisme. Jika punya gambar-gambar aksi teror yang menimbulkan kengerian dan ketakutan, sebaiknya kita stop sampai di gadet kita. Karena jika kita viralkan, secara tidak langsung kita membantu menyebarkan ketakutan yang menjadi tujuan dari terorisme,” tulis Imam.

Comments

Redaksi: Jl. R.A. Kartini No 8A Kabupaten Subang, Jawa Barat 41285

Tlp: (0260) 4240904 atau SMS/WA: 085 224 950 462 - Email: redaksi[@]mediajabar.com

© MEDIAJABAR.com - 2016. MEDIAJABAR.com tidak bertanggung jawab atas berita dari situs luar

To Top