Nasional

Longmarch Jamkeswatch Surabaya-Jakarta Sudah Tiba di Subang

SUBANG – Kedatangan rombongan aksi longmarch buruh tiba diperbatasan Indramayu-Subang, Rabu (11/10/2017) sekitar pukul 18.15 Wib. Peserta longmarch langsung disambut oleh ratusan elemen buruh Subang di kawasan jembatan Sewo perbatasan Indramayu-Subang.

Ratusan elemen buruh Subang yang menyambut kedatangan peserta aksi longmarch rombongan Muhamad Ade Lukman Kumaini atau Ade Kenzo (39) bersama puluhan rekan buruh FSPMI lainnya.

Dari pantauan, aksi jalan kaki yang dilakukan buruh tersebut mendapat pengawalan dari pihak kepolisian Polsek Pusakanegara yang dipimpin oleh Panit Intel 1 Iptu Gani Raga menuju RM UUN sebagai tempat beristirahat peserta sebelum melanjutkan perjalanan besok pagi.

“Rencananya rombongan long March FSPMI akan menginap di rumah makan UUN di Desa Karanganyar Kecamantan Pusakajaya Subang, sebelum melanjutkan perjalanan ke Gedung DPRD Subang besok (Kamis) untuk melanjutkan audensi dengan anggota DPRD Subang, Bupati Subang, Dinkes serta pihak BPJS Subang,” kata ketua FSPMI Subang Suwira.

Menurut Suwira, di berbagai kota, selain elemen buruh, banyak elemen masyarakat yang merasa peduli dan bersimpatik dengan aksi ini Ade Kenzo CS yang melakukan aksi jalan kaki dari Surabaya ke Jakarta

“Berbagai dukungan ini, menjadi penyemangat tersendiri. Bukti bahwa jaminan kesehatan menjadi kepedulian banyak orang. Banyak yang berharap agar pelayanan kesehatan yang buruk diperbaiki,” katanya.

Dikatakan Suwira, aksi jalan kaki ini sebagai bentuk protes terhadap layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang dinilai masih buruk. Oleh karena itu, aksi ini mengusung tema “Sehat Hak Rakyat” mendesak agar JKN diperbaiki.

Seperti diketahui, rekan-rekan buruh ini yang dikomandoi olehAde Kenzo, Selamet dan Arif. Mereka berjalan kaki dari Tugu Pahlawan Surabaya menuju Istana Negara, Jakarta, sejak 19 September 2017 dan saat ini sudah tiba di Pusakanegara Subang.

Sejauh ini, peserta aksi sudah melakukan perjalanan selama 22 hari. Muhamad Ade Kenzo tidak sendiri melakukan aksi ini. Sejak dari Surabaya, puluhan orang mengikutinya. Sebagian besar adalah Garda Metal, relawan Jamkeswatch (tim kesehatan/ambulance) dan tim media Perjoeangan

Ade Kenzo mengaku, selama 22 hari berjalan kaki, Ade sudah menghabiskan 3 pasang sandal gunung, 6 kaos kaki dan 1 sepatu serta selalu menyempatkan istirahat saat kondisi fisiknya merasa tak kuat.

“Kalau istirahat kondisional saja, kalau terlalu panas dan hujan ya istirahat. Karena saya memilih jalur pantura. Terus juga tempat istirahat tak menentu juga, kadang di masjid, musala, atau SPBU,” tutur Ade Kenzo

Kami berharap setiba di Jakarta, saya bersama rekan-rekan buruh yang melakukan aksi jalan kaki berharap bisa bertemu dengan Presiden Jokowi untuk menyampaikan rekomendasi terkait dengan buruknya pelayanan kesehatan”pungkasnya

Hasil pantauan, kondisi Ade Kenzo terlihat sangat lemah bahkan harus dibantu oksigen.Setiba di RM UUN Ade Kenzo langsung beristirahat guna memulihkan kondisi fisik untuk melanjutkan perjalanan besok pagi.Kapolsek Pusakanegara Kompol Syahidin juga ikut memantau kondisi Ade Kenzo.

Comments
To Top