Olahraga

Tahan Trofi, Panpel IOIMC Permalukan Presiden 

SUBANG – Panitia Pelaksana (Panpel) Indonesia Open Internasional Muaythai Championship (IOIMC) tidak menyerahkan trofi Piala Presiden RI kepada Kontingen MuayThai Jabar. Padahal Jabar berhasil meraih medali terbanyak.

Atas kejadian tersebut, Ketua Umum Muaythai Indonesia Jabar Rahyang Mandalajati Evi Silviadi menyatakan, dalam konteks standar pelaksanaan indonesia open yang di Makassar ini sesuai dengan legal standing serta prasyarat/ketentuan, kewajiban yang seluruhnya dibebankan kepada peserta bukan kepada negara.

“Kedatangan peserta atas undangan bukan panggilan atas nama negara, maka pelaksanaan indonesia open berkewajiban untuk memberikan seluruh haknya kepada peserta, bukan kepada negara,” kata Evi Silviadi, Minggu (10/9/2017).

Dalam kejuaraan IOIMC yang diselenggatan di Kota Makassar  tersebut MuayThai Jabat berhasil menjadi juara umum dengan raihan medali terbanyak, 7 medali emas, 4 perak dan dua perunggu.

“Untuk piala bagi kami adalah sudah final, sebuah kehormatan yang legal dari hasil pertandingan dengan mengikuti legal standing yang jelas. Semua direbut dengan cucuran keringat, airmata dan darah kami, bukan dari hasil asumsi dan pembenaran serta kecurangan pihak panitia pelaksana,” imbuhnya.

Maka dari itu, dia menegaskan tidak bergeming dalam memepertahankan sebuah kehormatan yang sudah mereka rebut, sekalipun nyawa adalah taruhannya.

“Saya, Rahyang Mandalajati Evi Silviadi, Ketua Umum Pengprov Muaythai Indonesia Jawa Barat, Raja Karatwan Galuh Pakuan telah menginstruksikan kepada seluruh atlet Jawa Barat yang berada di makasar untuk tidak kembali pulang ke Jawa Barat sebelum hak kami yang tertuang dalam legal standing event (THB) diberikan oleh panitia pelaksana. Kedua, Sekretaris Umum segera melakukan komunikasi dengan Kepala Staf Kepresidenan RI untuk membuat jadwal pertemuan di istana negara,” tandasnya.

Selanjutnya, Sekretaris diminta memeberikan penjelasan kepada Pelindung (Gubernur, Pangdam III Siliwangi, Ketua Umum KONI Jabar), Dewan Pembina ( Syech Mohamad Abdul Gaos syaifulloh Maslul, Bpk Budiman Sudjatmiko, ), Bapak Asuh (Maruarar Sirait).

Panglima Karatwan Galuh Pakuan, agar segera siaga menyiapkan seluruh masyarakat adat se Jawa Barat untuk memperjuangkan, serta mempertahankan simbol-simbol kehormatan Bangsa Sunda.

“Bagi kami mengikuti sebuah aturan yang telah ditetapkan oleh Agama, negara, adat dan organisasi yang kami pilih adalah mutlak sebagai bentuk : ibadah, pengabdian, identitas, dan loyalitas kami terhadap hal tersebut di atas. Tapi sebaliknya apabila kami dikhianati, dizolimi, kami bangsa sunda haram hukumnya untuk mundur,” tegasnya.

Kontingen Jabar datang ke Makassar bukan karena tunduk dan takluk, takut karena terjajah, tapi kami datang sebagai bentuk loyalitas terhadap induk organisasi. Pihaknya meminta Panpel untuk menyerahkan Piala Presiden RI kepada Jabar sesuai legal standing event (THB) bahwa mereka adalah Juara Umum.

“Dan bilamana Panpel tetap pada pendirian tidak mau menyerahkan piala tersebut, melakukan penghiantan terhadap legal standing event (THB), maka saya, Rahyang Mandalajati Evi Silviadi Raja Karatwan Galuh Pakuan menganggap bahwa ini adalah penghinaan terhadap Bangsa Sunda. Cag! Rampess!,” pungkasnya.

Comments

Redaksi: Jl. R.A. Kartini No 8A Kabupaten Subang, Jawa Barat 41285

Tlp: (0260) 4240904 atau SMS/WA: 085 224 950 462 - Email: redaksi[@]mediajabar.com

© MEDIAJABAR.com - 2016. MEDIAJABAR.com tidak bertanggung jawab atas berita dari situs luar

To Top