Pendidikan

FKDT Subang Sampaikan Keinginannya untuk Membangun Bank Mini Dihadapan Bupati

SUBANG – Madrasah di Kabupaten Subang akan mencoba menerapkan teknologi perbangkan berbasis aplikasi yang disebut Bank Mini untuk menunjang kebutuhan siswa dan guru Madrasah dalam menyimpan uang atau menabung.

Menurut Ketua DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Subang Atep Abdul Gofar, untuk membangun sistem perbankan berbasis aplikasi tersebut, pihaknya akan menggandeng perusahaan IT asal Bandung yakni PT USSI Pinbuk Prima Software.

“Kita akan mendirikan koperasi DPC FKDT. Koperasi ini nantinya sebagai badan hukum untuk menaungi Bank Mini. Kedepan kita akan menerapkan teknologi ini untuk mempermudah siswa dalam menabung, jadi nanti tidak manual seperti sekarang,” kata Atep Abdul Gofar dalam acara penutupan kegiatan Pelatihan Peningkatan Mutu Pengelolaan Diniyah di Hotel Puspa Sari Kecamatan Ciater, Sabtu (29/7/2017).

Terlihat hadir dalam acara penutupan Pelatihan Peningkatan Mutu Pengelolaan Diniyah tersebut, Bupati Subang Hj. Imas Aryumningsih, Kabag Kesra Pemkab Subang Aan Hadari, serta seluruh peserta pelatihan yang merupakan pengurus PAC di 30 keamatan.

Dalam kesempatan itu, Atep menjelaskan bahwa berkat perkembangan dan kemajuan teknologi informasi, saat ini transaksi keunagan termasuk di Madrasah bisa menggunakan aplikasi. Bank Mini yang akan diterapkan diseluruh Madrasah di Subang tentunya bagian dari upaya FKDT untuk mendukung program pemerintah.

Usai acara ditutup, para peserta pelatihan Pelatihan Peningkatan Mutu Pengelolaan Diniyah saat menyalami Bupati Subang Hj. Imas Aryumningsih dan Ketua FKDT Atep Abdul Gofar

“Melalui teknologi perbankan berbasis aplikasi ini, FKTD berusaha menjadi orang Subang yang motekar,” katanya.

Bupati Subang Hj. Imas Aryumningsih mengatakan, sangat mengapresiasi dengan ide untuk memakai sistem IT dalam melakukan transaksi perbankan di Madrasah. Dengan demikian kedepan seluruh siswa Madrasah tidak akan gaptek, karena sudah mulai membuka diri dengan kemajuan teknologi saat ini.

Hayu (ayo) keluarkan idenya untuk masyarakat. Insya Allah Kabupaten Subang maju. Semua ide dan gagasan harus disampaikan, tujuannya adalah untuk menambah ilmu pengetahuan kita. Sekarang sudah jamannya teknologi, kita sebagai pemerintah sangat mendukung, asalkan SDM-nya haruss benar-benar diperhatikan,” katanya.

Imas yang diberi gelar Bunda FKDT  Kabupaten Subang itu mengatakan, saat ini pemerintah terus memperhatikan keberadaan guru Madrasah di Kabupaten Subang. Oleh karena itu pemerintah melalui bagian sosial sudah menyalurkan bantuan untuk mereka.

“Alhamdulillah, tadi disampaikan 100 persen guru Madrasah sudah menerima bantuan dari kita, kedepannya semoga bisa ditingkatkan lagi. Insya Allah tahun depan dinaikan lagi, doakan saja semoga PAD kita terus meningkat,” kata Imas.

Comments
To Top