Pendidikan

Hindari Kejenuhan Ponpes Darul Falah Buka Pendidikan Berbasis Home Schooling

Pendidikan Home Schooling

SUBANG – Dampak pembelajaran yang ‘super intensif dengan tugas-tugas yang banyak serta guru killer kian banyak dirasakan kaum remaja. Kini sekolah unggulan dengan ruang kelas tertata modern serta bangunan yang mentereng tak melulu jadi pilihan. Standarisasi pengajar yang kompeten pada bidang study yang diampu menjadi nilai lebih bagi sekolah.

Pendidikan alternatif dipikirkan sejumlah orangtua dengan problem ‘pergaulan’ anak-anak mereka. Pondok pesantren, sekolah berbasis alam hingga panti rehabilitasi dicari hanya untuk memberikan pendidikan terbaik untuk anak-anak tersebut. Lebih dari itu upaya membuat baik bahkan dilakukan sejumlah orang tua seperti dengan mencari dukun, peruqyah hingga paranormal berkelas yang namanya sering ada di media massa.

Mendalami permasalahan tersebut Bidang penelitian dan pengembangan Pondok Pesantren Darul Falah Desa Cimanggu Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang membuka program Pendidilan Berbasis Home Schooling.

Pihak pesantren menyimpulkan dari banyak kasus yang terjadi ada beberapa diantaranya anak remaja yang mengalami kejenuhan dengan pola belajar serba ketat dengan target kurikulum yang menimbulkan persaingan yang kadang malah membuat anak kehilangan.

“Ya dasarnya jelas secara filosofis kan manusia itu animal educandum, selalu bisa dididik dan konsep rumah adalah sekolah juga konsepnya Kii Hajar Dewantara, makanya kami buat terobosannya dengan program sekolah berbasis Home schooling,” ujar Pimpinan Pondok Pesantren Darul Falah Ridwan Hartiwan, Jumat (11/5/2017).

Menurut Ridwan, selama akhlak terjaga, ketaqwaan dan keimanan meningkat, di pesantren yang dipimpinnya akhlak pendidikan nomor satu untuk anak-anak yang jenuh dan susah belajar formil, sering bolos, dan bagi remaja yang punya cara belajar yang ingin lebih optimal.

“Cara, kurikulum dan metodenya berbeda tergantung kemauan siswa dan belajar bisa kapan saja tergantung siswanya, intinya banyak faktor yang dipertimbangkan namun kami lebih menekankan tentang pentingnya akhlak yang bermuara dari menjalankan shalat 5 waktu,” papar dia.

Menurut Ridwan program pendidikan berbasis home schooling ini memang biasanya dilakukan dirumah dimana guru bidang study yang diperlukan mengajarkan materi kepada siswa yang tidak mengikuti program formal namun di pesantren Darul Falah guru bidang study formal bisa tidak mengajar didalam kelas tetapi di tempat lain yang masih di kompleks pesantren.

“Dengan waktu dan tempat yang tidak mengikat, materi disesuaikan kurikulum yang membedakan cara penyampaian atau metode serta guru dan siswa bisa lebih rileks, tidak menjenuhkan dan ini untuk program tingkat SMP dan SMA,” pungkasnya.

Comments
To Top