Pendidikan

Pelajar Yamin Subang Diberi Penyuluhan Bahaya Anemia 

SUBANG – Untuk meningkatkan semangat dalam belajar, pelajar SMP dan SMK Yayasan Minhajut Thalibin (Yamin) yang beralamat di Kampung Pungangan, Desa Rancabango, Kecamatan Patokbeusi, Subang mengikuti penyuluhan kesehatan tentang kekurangan darah atau anemia. Pasalnya penderita anemia bisa membawa tidak semangat dalam belajar.

“Bagi pelajar penting untuk tidak terserang anemia, karena anemia bisa membawa malas belajar, kalau malas belajar anak bisa bodoh,” kata pegawai Puskesmas Rancabango, Ica saat menyampaikan penyuluhan, Selasa (3/10/2017) pagi.

Terutama tambah Ica, bagi pelajar perempuan, karena saat haid setiap pelajar tentu akan kekurangan darah. Oleh karenanya harus terus dijaga kondisi tubuhnya agar tetap sehat dan tidak kekurangan darah. Puskesmas sendiri sebagai kepanjangan tangan dari Kementerian Kesehatan menyalurkan program pemberian obat tambah darah secara rutin kepada para pelajar.

“Kami sudah keliling kebeberapa sekolah, sudah ada yang jalan minum ini (obat penambah darah), untuk Yamin direncanakan setiap hari rabu minum obatnya secara bersama-sama,” ujarnya.

Sementara penyuluh lainnya, Fitri, selaininum obat yang dibagikan dari Puskesmas, pelajar juga harus banyak makan makanan yang mengandung zat besi. Diantara makanan yang mengandung zat besi itu adalah kacang-kacangan, kangkung, tempe, ikan, hati. Sedangkan kalau dari buah-buahannya adalah jeruk, pepaya, blimbing dan lain-lain.

“Ada yang kandungan zat besinya tinggi, ada juga yang rendah,” katanya.

Wakasek Kesiswaan SMP Yamin Abdun Nasir menyampaikan, program penyuluhan kesehatn yang disampaikan oleh pegawai Puskesmas Rancabango itu sangat baik, karena pelajar bisa mengerti dan memahami salah satu penyebab malas belajar atau bahkan malas beraktivitas.

“Ternyata kekurangan zat besi itu menjadi penyebab tidak semangat belajar,” ucapnya.

Yang paling penting, kata Nasir, pihak Puskesmas menindaklanjuti penyuluhan tersebut dengan pemberian obat anemia sebulan sekali secara rutin. Sehingga pelajar yang kekurangan darah bisa teratasi.

“Sudah disepakati, setiap hari rabu, pelajar perempuan akan minum obat anemia secara serentak,” pungkasnya. 

Comments
To Top