Politik

Hasil Pilkada Bisa Digugat Jika Selisih Suara Dibawah 1 Persen

SUBANG – Gugatan yang dilakukan oleh calon yang kalah dalam Pilkada ke Mahkamah Konstitusi (MK) selelu terjadi dalam setiap proses Pemilu. Namun sepertinya untuk Pemilu Serentah kali ini potensi adanya gugatan sangat kecil.

Ketua KPUD Subang Maman Suparman mengatakan, proses guatan selalu terjadi dalam Pemilu, namun sejak aturannya dirubah yakni selisih suara jadi syarat untuk mengajukan gugatan ke MK, membuat gugatan semakin jarang.

“Iya, itukan dalam UU No 10 tahun 2016 tentang Pilkada disebut adalam salah satu pasal bahwa yang bisa melakukan gugatan, selisih prolehan suaranya harus dibawah 1 persen,” kata Maman Suparman usai menghadiri acara sosialisasi Pilkada serentak tahun 2018 dengan para camat se-kabupaten Subang di Grant Hotel, Jumat (6/10/2017)..

Dengan adanya pasal yang mengatur jumlah selisih sura tersebut membuat Pilkada dibeberapa daerah, sepi dari gugatan ke MK.

“Sebelumnyakan bebas, mau selisih berapapun bisa masuk. Sekarang tidak bisa. Jadi kalau selisih suaranya lebih dari 1 persen tidak bisa gugat ke MK,” katanya,

Saat ini dalam rangka menghadapi Pilkada Serentak 2018, Maman mengatakan data pemilih menjadi hal yang benar-benar harus diperhatikan.

“Ada hal teknis yang perlu ada tindak lanjutnya, tetang khususnya data pemilih. Sesuai amanat undang-undang, KPU berkewajiban melakukan pemutahiran data pemilih,”  katanya.

Hadir dalam acara sosialisasi Pilkada serentak tahun 2018 dengan para camat se-kabupaten Subang tersebut Kepala Dinas Kependudukan dan Catata Sipil (Disdukcapil) Subang Dadang Kurnianurdin, Asisten Daerah (Asda) I, Komisioner KPUD dan Panwas, serta seluh camat.

Comments

Redaksi: Jl. R.A. Kartini No 8A Kabupaten Subang, Jawa Barat 41285

Tlp: (0260) 4240904 atau SMS/WA: 085 224 950 462 - Email: redaksi[@]mediajabar.com

© MEDIAJABAR.com - 2016. MEDIAJABAR.com tidak bertanggung jawab atas berita dari situs luar

To Top