Politik

PPP Karawang Kubu Djan Faridz Resmi Daftar ke KPU

KARAWANG – DPC PPP Kabupaten Karawang,  kubu Djan Faridz mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum, Senin (16/10/2017) malam. Pendaftaran dipimpin oleh Sekretaris DPC PPP Karawang Johan Rosadi bersama jajaran pengurus harian DPC.

Menurut Ketua DPC PPP H Asep Dasuki, pendaftaran partai yang dipimpinnya didasari dengan Undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang pemilu. Didalamnya dijelaskan ada hak bagi kubu partai politik yang berselisih untuk mendaftar. 

“UU nomor 7 tahun 2017 tentang pemilu,  pasal 184, bahwa partai politik yang berselisih dua kubu berhak untuk mendaftar. Berdasarkan perjalanan sengketa PPP saat ini masih dalam status quo. Saat ini kasasi sedang berjalan di MA,” kata Ketua DPC PPP Djan Faridz,  Asep Dasuki. 

Menurutnya, untuk penentuan kubu mana yang akan disahkan oleh KPU nantinya diputuskan pada April 2018 mendatang. Bahkan terdapat ruang (jadwal)  bagi partai politik yang berselisih dalam jadwal pemilu di KPU yakni pada 17 Febuari 2018.

Lebih lanjut dia menyampaikan, putusan MA RI no. 504/K/TUN/2015 tanggal 20 oktober 2015, telah memutuskan mencabut Keputusan Menkumham no. M. HH-07. AH. 11.01 tahun 2014. maka SK muktamar Surabaya tidak sah. 

Kemudian, tambah Asep SK Muktamar Pondok Gede no.  M. HH-05.AH. 11.01 dinilai sebagai produk hukum tidak sah / cacat hukum dan saat ini dalam proses kasasi MA.

“Dengan begitu maka KPU belum berhak memutuskan untuk menggunakan SK Kemenkumham tahun 2016, karena tetap harus menunggu putusan akhir dari Kasasi MA,” tandasnya.

Proses pendaftaran DPC PPP dilakukan setelah terlebih dahulu rapat bersama KPUD Karawang dan Panwaslu Kabupaten Karawang. Untuk menyampaikan argumentasi hukum yang menjadi dasar mereka mendaftar.

“Alhamdulillah berkas PPP di terima dan kami DPC PPP Karawang mengucapkan terima kasih baik pada KPu maupun kader serta simpatisan,” pungkasnya.

Comments
To Top