Teknologi

Awas! Bahaya Spam di WhatsApp, Ini Cara Mengatasinya

youtube.com

APLIKASI berbagai pesan paling laris dan sampai saat ini memiliki 1,2 milir pengguna yaitu WhatsApp sangat rentan digunakan oleh penjahat siber untuk mengirim pesan spam. Pesan yang berisi tautan berhadiah dan iming-iming lainnya itu sangat berbahaya.

Walaupun banyak pengguna WhatsApp yang sudah mulai paham dan segera menghapus pesan-pesan yang terindikasi spam tersebut. Namun masih banyak pengguna WhatsApp lainnya diseluruh dunia bisa terkecoh oleh penjahat siber dan WhatsApp mereka bisa dibobol dan data pribadi menjadi milik penjahat siber.

Penjahat siber mengirimkan pesan meyakinkan bagi masyarakat. Penerima pesan yang belum teredukasi adalah pihak yang paling rentan terhadap penipuan siber semacam ini. Mereka pun akan tergiur dan rentan menjadi korban. Apalagi jika pesan-pesan spam tersebut berisikan link atau tautan berbahaya.

Lalu, apa yang harus dilakukan pengguna aplikasi jika mendapatkan pesan spam?

“Yang paling dasar adalah, jangan langsung percaya dengan pesan yang diterima yang menyebutkan bahwa pengguna memenangkan hadiah tertentu. Sebaiknya diabaikan saja,” kata Pakar Keamanan Siber dan Kriptografi Pratama Persada seperti dikutip dari liputan6.com.

Ia mengingatkan kepada seluruh pengguna aplikasi chatting bahwa ada ribuan situs phishing yang mengancam pengguna internet. Hal ini sebenarnya bisa dicegah apabila pengguna selalu waspada.

“Pastikan URL atau alamat situs yang akan dituju benar dan bukan situs palsu yang dibuat menyerupai aslinya. Selain itu jangan sembarang membuka tautan yang pada akhirnya mewajibkan pengguna untuk memasukkan email dan password, itu yang berbahaya,” ungkap Pratama.

Menurut Pratama, modus spam melalui pesan singkat seperti WhatsApp memang sudah ada sejak lama dan modelnya pun beragam.

“Ada yang menyebarkan spam chat dengan iming-iming hadiah, ada juga yang menaruh situs palsu untuk tujuan phishing. Tetapi intinya tetap sama, yaitu pelaku mengincar keuntungan secara ekonomi dengan menipu korbannya,” katanya.

Comments
To Top