Teknologi

Dapat Duit dari YouTube Semakin Susah, Ini Penyebabnya

Beberapa hari ini sejumlah pengguna YouTube mengeluhkan sulitnya mendapat pundi-pundi rupiah dari YouTube. Hal tersebut disebabkan adanya kebijakan baru dari pihak YouTube yang memperketat monetisasi kanal.

Aturan baru yang memperketat monitesasi kanal tersebut tentunya membuat para YouTuber baru kesulitan untuk mendapatkan duit dari YouTube. Artinya YouTube saat ini semakin selektif dalam menentukan user yang layak diganjar dengan insentif uang.

Adapun untuk persyaratan mendapatkan uang yang baru dari platform video milik Google ini adalah tiap kreator konten harus mendapatkan minimal 4 ribu jam waktu tonton dalam 12 bulan dan paling tidak memiliki 1.000 subscribers untuk dapat mengajukan monetisasi terhadap video mereka lewat pemasangan iklan.

Dengan adanya aturan baru ini, tentunya banyak para user baru YouTube mungkin harus lebih bekerja keras lagi untuk mendapatkan uang dari YouTube.

YouTube menambahkan bahwa kebijakan ini berlaku untuk seluruh channel mulai 20 Februari 2018 mendatang. Jika sejumlah channel gagal mencapai persyaratan sebelum waktu yang ditentukan tersebut, maka mereka tidak diperkenankan untuk mendapat insentif lewat iklan.

Sebelumnya, standar untuk bergabung dalam YouTube Partner Program hanya bermodalkan 10 ribu view, tanpa ada spesifikasi terkait waktu tonton.

Hal ini tentu menyulitkan bagi para channel baru maupun berskala kecil untuk mendapatkan monetisasi. Meskipun begitu, YouTube mengaku bahwa ini sangat penting dalam menyeleksi kreator konten.

“Kami menghadirkan kebijakan baru ini berdasarkan sejumlah analisis dan percakapan dengan sejumlah kreator,” ujar perwakilan YouTube, sebagaimana detikINET kutip dari The Verge, Kamis (18/1/2018).

“Ini akan membantu kami dalam meningkatkan kemampuan dalam mengidentifikasi kreator yang berkontribusi secara positif bagi penonton dan masyarakat, sekaligus menggiring penghasilan tambahan bagi mereka,” katanya menambahkan.

Menariknya, ia juga mengatakan bahwa standar tinggi ini juga akan mencegah video-video yang kurang pantas dalam mendapatkan monetisasi, yang bisa menganggu pendapatan kreator lain.

Pernyataan tersebut, meski tidak disebutkan namanya secara langsung, seakan merujuk pada YouTuber yang belum lama ini menghebohkan dunia maya lewat video mayat gantung diri di Hutan Aokigahara, Jepang, yaitu Logan Paul.

Sebelumnya, Logan Paul sudah mendapat sejumlah sanksi dari YouTube terhadap perbuatannya, seperti mengeluarkannya dari daftar Google Preferred dan membekukan proyeknya di YouTube Red

Comments
To Top