Teknologi

Tradisi Mudik Lebaran ala Indonesia

MUDIK selalu menjadi trending topic saat menjelang Lebaran atau Idul Fitri. Tradisi mudik sudah menjadi kebiasaan orang Indonesia, bahkan untuk memastikan pemudik aman seluruh persiapan dan pengamanan dilakukan oleh negara secara maksmal.

Jalur mudik harus mulus, jalur alternatif dan pengamanan disepanjang jalur mudik menjadi pembahasan setiap menjelang lebaran. Seluruh media menyoroti kinerja pemerintah terkait persiapan menyambut mudik. Masyarakat senang, pemerintah kebagian siaga, apalagi para petugas kepolisian harus menjaga jalur mudik selama 24 jam.

Mudik sebenarnya milik orang-orang yang memiliki kampung halaman, mereka selalu kembali ke kampung mereka setelah setahun bekerja diperantauan. Dengan begitu, muncul istilah mudik milik orang Jakarta yang memiliki kampung didaerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Pengamanan dilakukan oleh seluruh petugas kepolisian dan petugas gabungan dari unsur TNI, Dishub dan Satpol PP hanya untuk mengamankan orang Jawa yang pulang kampung.

Mudik seperti dikutip dari laman Wikipedia adalah kegiatan perantau/pekerja migran untuk kembali ke kampung halamannya. Mudik di Indonesia identik dengan tradisi tahunan yang terjadi menjelang hari raya besar keagamaan misalnya menjelang Lebaran.

Tampilan utama Google

Pada saat itulah ada kesempatan untuk berkumpul dengan sanak saudara yang tersebar di perantauan, selain tentunya juga sowan dengan orang tua. Transportasi yang digunakan antara lain: pesawat terbang, kereta api, kapal laut, bus, dan kendaraan pribadi seperti mobil dan sepeda motor, bahkan truk dapat digunakan untuk mudik. Tradisi mudik muncul pada beberapa negara berkembang dengan mayoritas penduduk Muslim, seperti Indonesia dan Bangladesh.

Kata mudik berasal dari kata “udik” yang artinya selatan/hulu. Pada saat itu di Jakarta ada wilayah yang bernama Meruya Udik, Meruya Ilir, Sukabumi Udik, Sukabumi Ilir, dan sebagainya.

Pada saat Jakarta masih bernama Batavia, suplai hasil bumi daerah kota Batavia diambil dari wilayah-wilayah di luar tembok kota di selatan. Karena itu, ada nama wilayah Jakarta yang terkait dengan tumbuhan, seperti Kebon Jeruk, Kebon Kopi, Kebon Nanas, Kemanggisan, Duren Kalibata, dan sebagainya.

Para petani dan pedagang hasil bumi tersebut membawa dagangannya melalui sungai. Dari situlah muncul istilah milir-mudik, yang artinya sama dengan bolak-balik. Mudik atau menuju udik saat pulang dari kota kembali ke ladangnya, begitu terus secara berulang kali.

Dengan sejarah dan arti mudik yang memang sudah menjadi tradisi membuat halaman Googel menampilkan tradisi mudik di halaman utama mesin pencari itu yang disebut Google Doodle. Dapat dilihat halaman Google pada Senin (19/6/2017) halamn utama Google dihiasi oleh kendaraanroda dua dan empat yang membawa barang bawaan ciri khas mudik lebaran.

Comments

Redaksi: Jl. R.A. Kartini No 8A Kabupaten Subang, Jawa Barat 41285

Tlp: (0260) 4240904 atau SMS/WA: 085 224 950 462 - Email: redaksi[@]mediajabar.com

© MEDIAJABAR.com - 2016. MEDIAJABAR.com tidak bertanggung jawab atas berita dari situs luar

To Top