Bisnis

10 Persahaan Lokal Subang Siap Ikut Tender Pelabuhan Patimban

SUBANG – Terkait rencana pembangunan proyek strategis nasional Pelabuhan Internasional Patimban di wilayah Kecamatan Pusakanagara Kabupaten Subang Jawa Barat. 10 perusahan putra daerah khususnya yang berada di kecamatan Pusakanagara akan ikut ambil bagian dalam pelaksanaan pembangunan dan operasional Pelabuhan Internasional Patimban.

Dalam Launching group perusahaan lokal di Aula Desa Gempol Kecamatan Pusakanagara, Kamis (26/7/2018), Direktur Utama PT Putra Pusakanagara Sulaeman mengatakan tujuan dari didirikannya perusahan ini untuk kepentingan pemberdayaan masyarakat lokal.

“Jangan sampai runningnya pembangunan di patimban ini warga lokal hanya jadi penonton, maka dari itu kita dirikan perusahaan-perusahaan ini untuk membedayakan warga lokal,” ujar Sulaeman.

Menurutnya kenapa harus pakai perusahaan, dalam ikut serta mendukung pembangunan dan operasional Pelabuhan Internasional Patimban.

“Ini kan orientasinya ke bisnis kita bukan hanya tataran bisnis tapi tataran pemberdayaan ke masyarakatnyapun kita bidik,” katanya.

Sejauh ini sudah ada 10 perusahaan dibawah naungan PT Putra Pusakanagara yang siap menjadi lokal fatner bagi perusahaan swasta maupun BUMN yang menang tender pembangunan pelabuhan Patimban.

“Perusahan-perusahaan tersebut diantaranya PT Putra Pusakanagara, PT Sinar Pusakanagara, PT Sidakarya Trans, PT Pusakaratu Pertiwi, PT Cipta Karya Patimban, PT Panji Pusakaratu, PT Pusakanagara Abadi, PT Primanusa Utama Jaya, PT Bumi Pertiwi Subang (penyedia tanah merah), PT Berkah Bersama Subang (penambang Batu),” ungkap Sulaeman.

Nantinya, Kata Sulaeman, Perusahan lokal ini siap mendukung serta membantu menyediakan kebutuhan terkait dengan pelabuhan Patimban. “Perusahaan lokal ini nantinya siap mensuplai semua kebutuhan material untuk pembangunan, mulai dari tanah,pasir,bata, serta material bahan bangunan lainnya dan juga alat transportasi” paparnya.

Sulaeman juga menjelaskan tujuan pendirian perusahaan lokal ini, bertujuan untuk mengembangkan skill dan SDM. Sebab, jika dikemudian hari masyarakat tidak memiliki skill dan SDM yang mumpuni bisa tersisih.

“Jangan sampai dikemudian hari, mereka punya modal,SDM nya kuat kita jadi pengganggur, udah tanahnya hilang mata pencaharian hilang, masa kita tuan rumah mau jadi penonton saja,” ucapnya.

Sulaeman juga berjanji, sebagai satu konsorsium perusahaan, pihaknya berusaha untuk menggabungkan stakeholder yang ada dan mencoba untuk menyatukan mindset demi pemberdayaan putra daerah. Sebab nantinya, perusahaan yang akan bergerak diberbagai bidang ini memiliki keinginan semua yang dibutuhkan dalam proyek pelabuhan bisa diisi masyarakat lokal.

“Perusahaan lokal ini bisa eksis, perlu apa mereka maintenance, bongkar muat material dan lain-lain. Masing-masing perusahaan bisnis, bisa bergerak di pengadaan tenaga kerja,” tandasnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kab. H.Rosyid Supriadin fraksi PKS menanggapi positif adanya perusahaan lokal yang baru dibentuk ini dalam rangka menangkap peluang dengan adanya pelabuhan patimban.

Namun ia berharap, adanya perusahaan tidak berhenti saat launching semata tetapi perusahaan dapat menyerap dan mengkaryakan masyarakat dari berbagai elemen di Subang dan khusunya di Pusakanagara.

“tidak berhenti dilaunching ini saja dan tidak mengkaryakan orang yang hadir disini saja akan tetapi masyarakat di kecamatan pusakanagara juga harus diikutkan,” katanya.

Rosid juga menggaris bawahi bahwa dirinya bersama pihak lain akan terus mengawasi, memantau serta memberi bimbingan dengan adanya perusahaan ini. “perlu pengawasan dan bimbingan. orang-orang yang duduk di berbagai macam perusahaan tersebut SDM nya masih belum memadai dalam mengelola perusahaan jadi butuh bimbingan serta pengawasan,” ujar Rosyid.

Comments
To Top