Bisnis

BPN Subang Sebut Pembebasan Lahan Pelabuhan Patimban Baru 3,8 Persen

Dermaga Pelabuhan Patimban

SUBANG – Pembebasan lahan yang akan dijadikan Pelabuhan Patimban masih belum selesai dilaksanakan. Bahkan sampai awal Agustus ini baru mencapai 3,8 persen.

Data dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Subang menyebut bahwa dari 500 bidang tanah yang akan dijadikan pelabuhan, baru 19 bidang yang sudah selesai dibeberkan.

“Masih jauh, saat ini yang dibayar baru 19 dari sekitar 500 bidang tanah, jadi bisa dihitung persentasenya berapa,” kata Kasi Tanah Pemerintah BPN Subang Rusnandar kepada Mediajabar.com saat ditemui di kantor BPN Subang, Rabu (1/8/2018).

Data dari BPN Subang ini tentunya berbeda dengan data dari Kementrian Perhubungan yang mencatat pembebasan lahan baru mencapai 60 persennya.

“Harus ditanya duku ke Kemenhub apakah data keseluruhan atau apa. Karena data dari kita baru 19 bidang tanah yang dibebaskan,” katanya.

Rusnandar mengatakan, saat ini untuk lahan yang sudah dibebaskan itu berada di akses road yang jumlah keseluruhannya ada 121 bidang. Sedangkan didaerah backup area yang keseluruhan berjumlah 400 bidang belum ada yang dibebaskan sama sekali.

“Untuk jalan, Agustus mungkin bisa selesai. Nah kalau pembangun fisik selebihnya tidak mungkin,” katanya.

Pihak BPN Subang menegaskan bahwa untuk pembangunan keseluruhan tidak mungkin bisa dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Mengingat pembebasan lahan belum selesai semua.

“Terus terang kita tidak merekomendasikan ada peletakan batu pertama atau groundbreaking pada Agustus, karena pembebasan lahan belum selesai, saya khawatir menimbulkan masalah baru,” katanya.

BPN tidak menyebut kisaran harga lahan yang sudah dibebaskan karena menurutnya itu merupakan kewenangan tim appraisal. “Kalau harga kita tidak tahu, yang jelas kita nunggu musyawarah lanjutan untuk menentukan harga. Seperti pembayaran yang 19 bidang itu,” katanya.

Seperti diketahui, pada Jumat (27/7/2018) kemarin, Kementrian Perhubungan mencatat pembebasan lahan baru mencapai 60 persennya.

“Kurang lebih mendekati 60 persen,” ujar Menteri Perhubungan Budi Karya saat ditemui usai penandatanganan kontrak proyek pembangunan Pelabuhan Patimban fase I paket I di Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat.

Ia mengungkapkan salah satu kendala dari 40 persen lahan yang belum dilakukan pembebasan yakni adanya protes dari para pemilik lahan terkait besaran dana penggantian sebesar Rp250 ribu per meter persegi. “Ada yang protes, diantaranya,” ungkapnya.

Lebih lanjut terkait protes pembebasan lahan tersebut pihaknya memastikan bahwa ketentuan pembebasan lahan sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Mengenai tanah, kita sesuai dengan Undang-undang No 2, didiskusikan secara baik, secara soft, menghitung harga pasar artinya harganya tuh jauh lebih dari harga sebelumnya, jadi kalaupun Rp200 ribu, Rp250 ribu, Rp300 ribu itu bisa 3 atau 4 kali lipat dari harga sebelumnya, jadi satu harga yang baik,” ungkapnya.

“Jadi kalau ada protes-protes kita menggunakan, yang sesuai dengan Undang-undang bahwasanya ada protes kita bisa biacrakan,” pungkasnya.

Comments
To Top