Daerah

1.193 Calon Jemaah Haji Asal Subang Jalani Praktek Manasik Haji

SUBANG – 1.193 calon jemaah haji Kabupaten Subang yang akan berangkat ke tanah suci tahun 2018 mengikuti pembukaan bimbingan manasik haji hari kedua, Senin (10/7/2018).

Bimbingan manasik haji atau praktek manasik haji hari kedua diselenggarakan di Kantor Kemenag Subang, MTs Subang, MAN Subang dan Wisma Haji.

Praktek tersebut merupakan sebuah simulasi bagaimana prakiraan pelaksanaan nanti di tanah suci dalam pelaksanaan ibadah haji.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat KH. Buchori, Kepala Kemenag Subang, Ketua KBIH se-Kabupaten Subang, Pejabat Lingkungan Kemenag Subang, serta Ketua MUI,

Kemenag Kabupaten Subang H. Abdurahim memaparkan bahwa kegiatan manasik massal adalah salah satu implementasi tentang penyelenggaraan ibadah haji untuk memberikan pembinaan, pelayanan dan sekaligus melindungi ibadah haji.

Pelaksanaan bimbingan manasik haji masal salah satu bentuk kewajiban pemerintah dalam rangka pembinaan kepada calon jamaah haji. Bimbingan manasik haji akan dilaksanakan selama 2 hari mulai hari senin sampai selasa (9-10 Juli 2018).

Kepala Kementerian Agama Kantor Wilayah Provinsi Jawa Barat, Drs. H. A Buchori memberikan sambutan dan materi bimbingan terkait perkembangan, regulasi, dukungan pelayanan pemerintah serta perlindungan untuk jamaah calon Haji selama melaksanakan ibadah Haji

Beliau berterimakasih atas dukungan semua pihak yang turut membantu atas kelancaran dan terlaksananya kegiatan bimbingan manasik untuk jamaah calon Haji.

“Diharapkan kepada petugas untuk melayani jama’ah calon Haji selayaknya melayani tamu, sehubungan yang anda layani ini adalah tamu-tamu Alloh,” kata Kepala Kanwil.

Selanjutnya Kepala Kanwil mengingatkan kepada jamaah calon haji untuk senantiasa memanfaatkan kesempatan melaksanakan ibadah haji dengan sebaik-baiknya.

Sedangkan untuk daftra tunggu haji di Jawa Barat cukup banyak. Jika diumpamakan apabila daftar tahun sekarang, kemungkinan diperkirakan akan berangka ± sekitar tahun 2035.

Hal tersebut dapat diasumsikan bahwa lamanya masa tunggu apa bila jamaah calon haji melakukan pendaftaran tahun 2018 maka masa tunggunya adalah ± sekitar 17 tahun.

“Walaupun uang banyak dan harta berlimpah, hal itu tidak akan berarti apa-apa apabila kedepan kita tidak memiliki kesempatan untuk bisa melaksanakan ibadah haji,” katanya.

Comments
To Top