Daerah

Pemakaman TKI Junengsih Diringi Isak Tangis Keluarga

SUBANG – Setelah Jenazah Muhamad Zeni (35) TKI asal Cigugur Pusakajaya yang meninggal dunia di Korea Selatan dimakamkan tadi malam, kali ini giliran Jenazah Junengsih (30) TKI asal Desa Mariuk Kecamatan Tambakdahan tiba di rumah duka, Rabu (25/4/2018) siang.

Kedatangan jenazah Jenengsih langsung disambut isak tangis oleh keluarga besar beserta anak semata wayangnya yang masih berusia 5 tahun. Junengsih meninggal dunia karena terjatuh dari lantai 35 Apartement tersebut saat sedang bekerja membersihkan kaca.

Sebelumnya dikabarkan bahwa Junengsih nekad mengakhiri hidup dengan loncat dari lantai 35 sebuah apartement di Hongkong. Namun kabar terakhir, ternyata Junengsih terjatuh saat bekerja. “Lima hari sebelum meninggal Junengsih sempat nelpon dan mengeluhkan sering sakit kepala dan sakit tenggorokan,” kata ibu korban, Rohanah.

Rohanan juga seakan tak percaya anak harus pergi secepat itu dengan tragis. “Tak ada fírasat apapun tentang anak saya, tiba-tiba kaget mendengar kabar Junengsih meninggal dunia secara tragis jatuh dari lantai 35 apartement tempat Junengsih bekerja,” katanya.

Menurut Rohanah, Junengsih rencananya mau melangsungkan pernikahan pada awal Juli 2018 mendatang. “Bulan puasa ini rencananya Junengsih mau Cuti dulu pulang untuk melangsungkan pernikahan pada bulan Juli atau abis lebaran mendatang,” ungkapnya.

Namun nahas, mungkin belum jodohnya semua rencananya tak terwujud, Junengsih harus pergi untuk selama lamanya meninggalkan anak, orang tua dan keluarga tercinta. “Saya selaku keluarga, sudah iklas menerima kematian Junengsih. Mudah-mudahan anak saya Junengsih tenang dan diterima amal ibadahnya oleh Allah SWT,” ucapnya.

Berdasarkan data dari Disnakertrans Kabupaten Subang, Junengsih bekerja ke Hongkong secara resmi “Junengsih berangkat sejak tahun 2016 sebagai tenaga kerja resmi yang diberangkatkan oleh PT Alam Permai Indonesia yang beralamat di Bekas,” kata H.Indra Suparman SH, Kasi Penempatan TKI Disnakertrans Subang.

Pihaknya juga telah bekerjasama dengan PT. Alam Permai Indonesia akan berusaha mengurus asuransi dan hak haknya Junengsih sebagai TKI. Usai disholatkan, Junengsih langsung dimakamkan di TPU Mariuk. Selama berlangsungnya proses pemakaman, isak tangis terus mengiringi kepergian Junengsih ke tempat peristirahatan terakhir. Junengsih pergi untuk selama lamanya dengan meninggalkan seorang anak laki laki berusia 5 tahun bernama Revi.

Comments
To Top