Daerah

Ridwan Kamil Ikuti Napak Tilas Perjuangan KH Muhyidin

Ridwan Kamil Ikut Napak Tilas/M.Ridwan

SUMEDANG – Ratusan santri dan jama’ah Pondok pesantren Pagelaran melakukan napak tilas Hijrah KH. Muhyiddin Pendiri Pesantren Pagelaran, Pesantren Pagelaran yang didirikannya tersebut kini berusia 100 tahun atau satu abad yang dimulai sejak kampung Babakan Picung kecamatan Tanjungmedar kabupaten Sumedang setelah sebelumnya mengunjungi Cimalaka kabupaten Sumedang.

Ratusan warga yang terdiri dari jama’ah dan santri Pagelaran yang tersebar di subang dan Sumedang dengan setia menunggu kehadiran Ridwan Kamil Cucu Mama Pagelaran yang juga ikut berjalan kaki dalam kegiatan napak tilas ini sejak pagi hari, napak tilas hijrah tersebut antusias diikuti para santri melihat sejarah panjang pesantren ini yang berkiprah 1918-2018 dan melahirkan ribuan alumni tersebar di seluruh nusantara.

Salah seorang peserta Napak tilas yang juga guru di pesantren Pagelaran III Subang, Abdulrohman mengatakan kegiatan Napak Tilas sebagai sarana refleksi perjuangan KH. Muhyiddin pendiri Pesantren Pagelaran.

“Napak tilas dari kawasan Babakan Picung di kabupaten Sumedang menuju Ponpes Pagelaran I Cimeuhmal di Tanjungsiang, sebagai sarana refleksi perjuangan almarhum KH Muhyiddin dan para penerusnya memerjuangkan Islam melalui Pagelaran yang saat itu pernah mengalami hijrah ditengah perjuangan bangsa yang sedang dijajah Belanda,” ungkapnya.

Ratusan Santri dan jama’ah Pagelaran menunggu kedatangan rombongan lainbya yang bergerak dari kecamatan Cimalaka kabupaten Sumedang, sebagian peserta ini juga berteduh dibawah pepohonan.

Ridwan Kamil pun ikut berbaur dalam kegiatan Napak Tilas tersebut, pada sekitar pukul 10.30 Ridean Kamil datang bergabung rombongan dengan pengawalan aparat kepolisian dan akhirnya tiba di Pesantren Pagelaran I Cimeuhmal kecamatan Tanjungsiang kabupaten Subang.

Pimpinan Pondok Pesantren Pagelaran I Cimeuhmal Kecamatan Tanjungsiang KH. Maman S Jamaludin mengungkapkan jika napak tilas perjuangan KH. Muhyiddin dalam hijrahnya dari Sumedang ke Subang memiliki pesan moral yang mendalam bagi generasi saat ini.

“Spirit perjuangan KH. Muhyiddin terekam dalam kegiatan napak tilas hijrahnya dari Sumedang ke Subang, ini yang penting diteladani kedepan oleh generasi saat ini, usia 100 tahun pondok pesantren Pagelaran melalui momentum ini tentu harus lebih menghidupkan lagi kejuangan pesantren, santri dan para ulama dalam membela agama nusa dan bangsa seperti yang dilakukan KH. Muhyiddin,” ungkapnya.

Comments
To Top