Daerah

Situs Nyi Subang Larang Bisa Jadi Kawasan Cagar Budaya Nasional

SUBANG – Sejumlah artefak yang mengindikasikan peninggalan masa prasejarah telah ditemukan dalam ekskavasi yang dilakukan di Situs Nyi Subang Larang yang berada di RT 11 RW 02 Desa Nanggerang Kecamatan Binong, Subang beberapa waktu lalu.

Temuan benda peninggalan masa prasejarah ini tentunya sedikit membuka tabir kehidupan manusia di masa lampau. Bahkan ekskavasi yang dilakukan tahun ini peneliti telah memenukan kerangka manusia Austronesia.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Subang selaku salah satu pihak yang mendukung kegiatan ekskavasi di Situs Nyi Subang Larang sangat berharap penelitian terus dilanjutkan.

“Jangan berhenti disini, perlu digali lebih jauh lagi, karena semua temuan itu, ada hubungannya dengan semua temuan sebelumnya di beberapa daerah di Jawa Barat, bahkan di Indonesia, maka dari itu harus dilanjutkan,” kata Kepala Disdikbud Subang H. Suwarna disela-sela ekspos hasil ekskavasi Situs Nyi Subang Larang di Aula Rapat Grand Hotel Subang, Jumat (11/5/2018).

Suwarna berharap, pada ekskavasi selanjutnya perlu menjadi perhatian dari Pemerintah Pusat, karena selain berkaitan dengan anggaran yang tidak sedikit, tetapi juga yang lebih terpenting ekskavasi cagar budaya di Situs Nyi Subang Larang ini berhubungan erat dengan perkembangan kehidupan, budaya, sosial dan religi bangsa indonesia sebelumnya.

“Hasil temuan di cagar budaya Situs Nyi Subang Larang itu bisa membuktikan adanya hubungan dengan perkembangan hidup manusia Austronesia 45 SM di Jawa Barat khususnya, di pulau Jawa pada mumnya, maka persoalan ekskavasi selanjutnya, Kami serahkan kepada Pemerintah Pusat,” katanya.

Sementara itu, menurut Suwarna, yang harus dilakukan Pemkab Subang, terkait dengan cagar budaya Situs Nyi Subang Larang yang tentunya perlu melakukan konservasi, dengan melibatkan sejumlah Dinas terkait, seperti Dinas Pariwisata Pemuda dan Oahraga, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan.

Ini karena masing-masing dinas memiliki tanggungjawab yang sama untuk melakukan konservasi cagar budaya Situs Nyi Subang Larang tersebut. Misalnya Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga memiliki kepentingan untuk mengembangkan sektor kepariwisataannya.

Selanjutnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tentang edukasi dan Kebudayaan, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, mambangun infrastruktur jalan yang refrensentatif akses jalan menuju ke lokasi cagar budaya Situs Nyi Subang Larang.

“Dan terakhir Dinas Likungan Hidup dan Kebersihan terkait dengan pelestarian lingkungan di lokasi Cagar Budaya Situs Nyi Subang Larang, sehingga kedepannya akan menjadi aset bagi masyarakat dan Pemkab Subang, bahkan Nasional,” kata Suwarna.

Arkeolog dari Badan Arkeologi Bandung Lutfi Yondri mengatakan, dalam ekskavasi yang dilakukan ketiga kalinya ini telah ditemukan beberapa rangka manusia mulai dalam bentuk bagian-bagian tubuh sampai dengan kerangka yang utuh, manik-manik yang terbuat dari batu, kaca hingga logam mulia.

“Termasuk temuan bekal kubur di dekat rangka manusia itu, berupa pisau, parang, kapak dan batu asah, yang diduga temua tersebut dari sisa kehidupan manusia Austronesia, yang hidup di masa 45 tahun sebelum masehi,” katanya.

Lutfi mengatakan, kedepan Situs Nyi Subang Larang bisa menjadi kawasan cagar budaya nasional. Tempat ini bsa dijadikan tempat penelitian dari mula meneliti sejarah manusia Austronesia sampai beberapa bidang ilmu lainnya.

“Bahkan para calon dokter gigi juga bisa melakukan penelitian di sana. Mereka bisa menerliti gigi-gigi manusia Austronesia yang ditemukan masih utuh sampai sekarang,” katanya.

Bahkan menurut Lutfi dengan temuan ini ke depan Subang bisa saja menjadi pusat penelitian penyebaran rumpun Austronesia. “Iya, ke depan Subang bisa saja menjadi pusat penelitian internasional penyebaran rumpun Austronesia,” katanya.

Comments
To Top