Daerah

TKW Asal Subang Meninggal di Hongkong

SUBANG – Seorang TKW asal Desa Mariuk RT 14/4 Kecamatan Tambakdahan, Subang Junengsih (30) diduga nekad mengakhiri hidup dengan cara terjun dari lantai 35 sebuah Apartement di Hongkong City, Sabtu (14/4/2018).

Informasi kematian Junengsih dibenarkan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Subang. Namun pihak sampai saat ini belum mengetahui secara pasti penyebab Junengsih nekad bunuh diri.

“Iya benar, tadi sore kita menerima laporan dari Kedutaan Indonesia di Hongkong bahwa ada TKI asal Kabupaten Subang Jabar meninggal dunia karena bunuh diri loncat dari lantai 35 sebuah apartemen tempatnya bekerja sebagai PRT,” kata Kasi Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Subang H. Indra Suparman, Minggu (15/4/2018).

Menurut Indera, saat ini pihak kepolisian Hongkong masih menyelidiki kasus bunuh diri Junengsih. Saat ini pihaknya masih menunggu informasi dari Kedutaan Indonesia di Hongkong untuk mengetahui hasil olah TKP dari pihak kepolisian disana.

“Kita masih terus menunggu kabar selanjutnya dari kedutaan dan PT. Delta yang memberangkatkan Junengsih 3 tahun lalu,” katanya.

Infomasi kematian Junengsih tentunya menjadi kabar menyedihkan bagi pihak keluarga di Subang. Apalagi Junengsih ternyata berencana akan melangsungkan pernikahan setelah Lebaran atau awal Juli 2018 mendatang.

Berdasarkan keterangan Ibu kobarn, Rohanah, TKW yang meninggal di Hongkong itu merupakan janda beranak satu yang akan segera menikah. “Bulan puasa ini rencananya Junengsih mau cuti dulu pulang untuk melangsungkan pernikahan pada bulan Juli atau abis lebaran mendatang”  kata Rohanah.

Menurut Rohanah, selama ini tak ada pirasat apapun tentang Junengsih yang sedang bekerja di Hongkong. “Tak ada pirasat apapun tentang anak saya, tiba-tiba kaget mendengar kabar Junengsih meninggal dunia dengan cara tragis Bunuh diri loncat dari lantai 35 apartement tempat Junengsih bekerja,” kata Rohanah.

Setiap Junengsih menghubungi pihak keluarga, kata Rohanah, Junengsih tidak pernah mengeluh ada masalah atau beban ditempat kerjanya. “Selama ini hanya mengeluh sakit tenggorokan dan kepala,” katanya

Dirinya sangat yakin bahwa kabar kematian anaknya akibat bunuh diri adalah salah. Hal tersebut karena sebelumnya Junengsih dalam keadaan baik-baik saja.

“Bisa saja sakit kepala Junengsih kumat hingga tak kuat menahan sakit, hingga akhirnya dia terjatuh. Karena kabarnya Junengsih terjatuh saat sedang membersihkan kaca jendela Apartemen,” tandas Rohanah

Rohanah mengatakan dengan persitiwa yang menimpa anaknya ini, dirinya sudah ikhlas. “Saya selaku keluarga, sudah iklas menerima kematian Junengsih. Mudah-mudahan anak saya Junengsih tenang dan diterima amal Ibadahnya oleh Allah SWT,” katanya.

Pihaknya meminta kepada Perintah dan BNP2TKI dimohon bisa segera memulangkan jenazah Junengsih dan memperjuangkan hak haknya selama bekerja disana untuk bekal masa depan anak semata wayangnya.

Comments

Redaksi: KP. Sukarandeg RT 07/04 Desa Gunungsari Kecamatan Pagaden Kabupaten Subang, Jawa Barat 41252

Kontak: redaksi[@]mediajabar.com

© MEDIAJABAR.com - PT Indowarta Xpress Media

To Top