Hukum

Pengacara Bupati Subang Persilakan Pelapor Buktikan Tuduhannya

Vidi Galenso Syarief

BANDUNG – Kasus dugaan ijazah palsu bupati Subang Hj. Imas Aryumningsih yang ditangani oleh Polda Jabar terus berlanjut. Bahkan sampai saat ini pihak Polda Jabar sudah melakukan tiga kali gelar perkara.

Kuasa hukum bupati Subang Vidi Galenso Syarief mengatakan, perkara yang dialami oleh kliennya dinilai sangat berlarut-larut. Padahal kasusnya tergolong ringan, sehingga harus segera diselesaikan,

“Jadi tadinya kami dari kuasa hukum ibu Imas dari kantor hukum Elza Syarief mendapat kuasa, datang kemari (Polda) untuk menghadari rendacannya ada gelar perkara, namun gelar tidak jadi. Lalu kami melakukan konsultasi dengan penyidik terkait kasusu ini,” kata Vidi Galenso Syarief kepada Mediajabar.com, Jumat (8/12/2017).

Setelah melakukan konsultasi baik dengan penyidik, lalu mendengarkan keterangan dari bupati Imas, selanjutnya melihat dokumen yang ada, dan beberapa kali melakukan diskusi, pihaknya mengungkapkan bahwa ada empat hal yang harus disampaikan.

“Dari keterangan klien kami, maupun dokumen yang ada dan hasil diskusi, ada empat hal yang harus disampaian. pertama mengenai apa yang dituduhkan itu dokumen palsu 263 dan 266 memasukan keterangan palsu kedalam dokuemn otentik. kalau 263 itu gampang sekali, kalau ini palsu mana yang aslinya? Itu simple sekali. Nah yang jadi malasah ini informasi palsu dalam dokumen otentik,” katanya.

Vidi menjelaskan untuk memasukan keterangan palsu kedalam dokuemn otentik pihaknya sudah menggali sejumlah keterangan dari bupati Imas. Vidi menegaskan tidak ada yang rumit dalam perkara tersebut.

“Itu sudah juga digali dari kline kami, sebenarnya simple sekali. artinya pelapor yang mendalilkan ini dasar hukum siapa yang mendalilkan dia harus membuktikan. Nah sekarang situasinya terbalik, malah klien kami yang dilaporkan atau terlapor yang menjadi harus membuktkan. Seolah-olah pembuktian terbalik, dan ini tidak selaras dengan hukum yang kita anut, hukum positif. Tidak ada pembuktian terbalik,” tegasnya.

Dalam kasus dugaan ijazah palsu bupati Imas ini, Vidi mengatakan untuk dasar pelapor dalam menyampaikan laporannya ke Polda dengan berdasarkan pemberitaan yang redaksinya  meragukan. Sehingga pelapor harus benar-benar membuktikan bahwa dia menuduh, maka dia harus membuktikan itu.

“Jadi apa buktinya? sementara dari klien kami selain ijaszahnya, kebetulan teman-teman beliau masih ada yang hidup dan sehat, bahkan gurunya ada, kemudian  ada penjelasan dari departeman pendidikan,” katanya.

Hal kedua yang disampaikan oleh kuasa hukum bupati Imas adalah terkait legal standiang dari pelapor yang tidak jelas dia mewakili siapa, kemudian ada isu permintaan ganti rugi. “Artinya apa hubungan hukumnya apa? Apa kaitannya dengan kasus ini,” katanya.

Selanjutnya untuk hal yang ketiga, sebagai kuasa hukum Vidi menegaskan kalau kasus dugaan ijazah palsu ini sampai tidak terbukti, tentunya akan menjadi pitnah dan penvemaran nama baik, sehingga sangat perlu untuk dilakukan pelaporan balik.

“Dan rencannya gelar perkara terakhir setelah pemeriksaan semua saksi-saksi dari pelaor, dan klien kami terakhir, kemudian ada lagi dari para ahli. Kami juga meminta kepastian proses ini, dari mulai Juni, masalah sederhana tapi tidak ada kejelasan. Kita mohonkan jangan sampai klien kami tersandera, karena ditakutkan ada motif-motif lain. Tersu nanti kalau tidak terbukti, ini tentunya akan menjadi fitnah dan pencemaran nama baik,” katanya.

Untuk hal yang terakhir, pengacara dari kantor hukum Elza Syarief ini mengtakan karena perkara dugaan ijazah palsu ini sumernya dari media lokal yang berada di kabupaten Subang. Maka pihaknya akan meminta hak jawab atau klarifikasi terkait persoalan ini

“Iya, sumber awalnya dari media lokal, kita akan telusuri. Kemudian kami akan meminta klaridikasi dan hak jawab, apakah pemberitaan ini benar atau tidak. Selanjutnya jika memang tidak memenuhi ketentuan sesuai kode etik kita akan laporkan ke dewan pers,” pungkasnya.

Seperti diketahui, kasus dugaan ijazah palsu Bupati Subang Imas Aryumningsih, resmi dilaporkan kepada Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar oleh salah seorang warga Subang bernama Warlan. Dalam melaporkan kasus dugaan ijazah palsu bupati, Warlan didampingi oleh kuasa hukum Endang Supriadi dan Irwan Yustiarsa.

Comments

Redaksi: KP. Sukarandeg RT 07/04 Desa Gunungsari Kecamatan Pagaden Kabupaten Subang, Jawa Barat 41252

Kontak: redaksi[@]mediajabar.com

© MEDIAJABAR.com - PT Indowarta Xpress Media

To Top