Khas

Ramadhan Tiba, Pemerhati Keluarga: Jangan Boros, Susun Daftar Prioritas Belanja

Foto: Pusat Perbelanjaan.

Ramadhan Tiba, segenap keluarga bersuka cita menyambut datangnya bulan penuh kemuliaan ini. Begitu bahagianya terkadang seseorang lupa menghitung surplus keuangannya, maklum ketika ramadhan datang budget belanja buka puasa, makan sahur sering bertubrukan dengan kegiatan diluar walaupun untuk tujuan yang sama.

Menurut pemerhati keluarga, Umi Athiya (53) gaya hidup konsumerisme perlu dihindarkan disaat Ramadhan, karena bisa menganggu surplus keuangan keluarga, kuncinya sendiri menurut Umi adalah hidup disiplin memiliki skala prioritas dalam berbelanja

“Konsumerisme merupakan paham atau ideologi yang menjadikan seseorang atau kelompok yang menjalankan proses konsumsi atau pemakaian barang-barang hasil produksi secara berlebihan atau tidak sepantasnya secara sadar dan berkelanjutan, itu setau saya,” ungkapnya.

Kegiatan Buka bersama dengan teman atau handai taulan sering membuat pengeluaran bertambah, urunan wajib untuk ta’jil dan makan malam jika di tempat berkelas tentu saja perlu kocek agak dalam. Menurut Umi hal ini perlu disiasati agar saku tidak jebol.

“Yang penting diatur mana bukber yang first priority, maksudnya faktor kekeluargaan pertemanan dekat perlu jadi pertimbangan, intinya jangan tiap hari bukber di kafe dengan teman ya itu-itu juga, atau cuma nebeng ikut teman padahal bayar sendiri, jadi pada prinsipnya perlu memilih kegiatan bukber yang disesuaikan surplus keuangan kita sendiri,” ungkapnya.

Atur Daftar Prioritas Belanja

Umi melanjutkan jika para ibu rumah tangga perlu mengatur strategy pengeluaran rutin selama bulan ramadhan yang biasanya membengkak, budgeting uang dapur, jajan anak, buka puasa hingga jalan-jalan menjadi kewajiban para ibu rumah tangga.

“Jangan sampai mau lebaran malah sudah serba habis, dana tidak ada pinjam kanan-kiri juga tidak ada, bisa jadi malah menghabiskan dana yang seharusnya tidak dikeluarkan, maka menyusun daftar prioritas belanja memang diperlukan, istilahnya jangan sampai besar pasak dari pada tiang,” lanjutnya.

Permasalahan konsumerisme masyarakat ketika memasuki bulan Ramadhan sering tidak terbendung, banyak faktor yang menyebabkannya selain faktor iklan di media, kebiasaan tidak menghitung pengeluaran dan pemasukan menjadi masalah tersendiri sehinga malah menjebak mereka kedalam hutang.

Comments
To Top