Nasional

Bangun Pelabuhan Patimban, Pemerintah Pinjam Rp 14,2 Triliun ke Jepang

JAKARTA – Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Robert Pakpahan dan Chief Representative Japan International Coorporation Agency (JIKA) Indonesia Office menandatangani perjanjian pinjaman proyek pembangunan pelabuhan internasional Patimban Subang.

Penandatangan yang disaksikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan senior Vice President JICA Syinya Ejima, serta Bupati Subang Hj. Imas Aryumningsih itu dilaksanakan di Aula Djuanda 1 Kementerian Keuangan Jl. Dr. Wahidin Raya No. 1 Jakarta, Rabu (15/11/2017).

Adapun untuk total pinjaman dalam perjanjian tersebut berjumlah JPY 127,215 atau setara Rp 15,2 triliun. Pinjaman tersebut dibagi peruntukan untuk dua naskah perjanjian, yaitu Rp 900 miliar untuk pembangunan world class university with entrepreneurial spirit di Universitas Gajah Mada (UGM) dan senilai JPY 118,209 atau setara dengan Rp 14,2 triliun untuk pembangunan pelabuhan patimban fase 1.

“Alhamdulillah anugrah dari Allah Patimban telah ada kemajuan dengan diluncurkannya annggaran, dan rencananya April 2018 sudan mulai action,” kata Bupati Imas saat memberikan sambutannya.

Presiden Jokowi tambahnya, menginginkan tahun 2019 sudah mulai opsional dan dipergunakan. Karena bila semakin cepat akan semakin baik karena kesejahteraan untuk Kabupaten Subang semakin tinggi.

“Kita harus mnyiapkan segalanya, terutama SDM agar kita tidak hanya menjadi penonton saja” imbuhnya.

Ia berharap pemerintahan di Subang dari mulai desa, camat dan dinas untuk selalu mengawasi proyek ini sampai selesai.

Adapun untuk uang pinjaman tersebut akan digunakan Kementerian Perhubungan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mengembangkan pelabuhan Patimban sebagai pelabuhan logistik bertaraf internasional.

Pinjaman dari JICA tersebut merupakan pinjaman tahap awal yang akan dimanfaatkan untuk pembangunan jalan akses sepanjang 8,1 kilometer, terminal, jembatan dan back-up area pelabuhan.

Hal tersebut dikatakan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Ia menjelaskan Patimban akan menjadi alternatif bagi industri sekitarnya yang akan memperkuat aktivitas ekonomi.

“Rencananya pelabuhan baru Patimban ditargetkan soft opening pada Maret 2019,” ungkapnya.

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa pembangunan pelabuhan tersebut akan banyak menggunakan teknologi Jepang, sehingga pinjaman untuk kegiatan ini memanfaatkan fasilitas special terms for economic partnership (STEP).

“Tingkat bunganya menggunakan bunga tetap sebsar 0,1 persen per tahun dengan masa tenggang 12 tahun dan masa pembayaran kembali 28 tahun, sehingga totalnya 40 tahun,” katanya.

Comments

Redaksi: KP. Sukarandeg RT 07/04 Desa Gunungsari Kecamatan Pagaden Kabupaten Subang, Jawa Barat 41252

Kontak: redaksi[@]mediajabar.com

© MEDIAJABAR.com - PT Indowarta Xpress Media

To Top