Nasional

Selamat Datang Kota Baru Patimban

SUBANG – Sebagai konsekuensi dari pembangunan pelabuhan internasional di Desa Patimban Kecamatan Pusakanagara, Subang yang mendapat pendanaan awal dari Japan International Coorporation Agency (JIKA) sebesar Rp 14,2 triliun dipsatikan akan mencaplok lahan seluas 10 ribu hektar.

Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D) Kabupaten Subang Sumasna mengaatakan, pelabuhan Patimban adalah salah satu item yang akan dibangun didalam Kawasan Strategis Kabupaten (KSK) Kota Baru Patimban. Sehingga membutuhkan banyak lahan dibeberapa kecamatan, seperti di Kecamatan Pusakajaya, Pamanukan, Legonkulon, dan Sukassari.

“Jadi kita akan membangun kota yang komprehensif, seluruh hal ada disana. Disana disebut KSK Kota Baru Patimban,” kata Sumasna kepada Mediajabar.com, Kamis (4/1/2018).

Baca juga: Bangun Pelabuhan Patimban, Pemerintah Pinjam Rp 14,2 Triliun ke Jepang

Didalam Perda RTRW Subang yang sudah direvisi dan akan segera diusulkan ke Provinsi dituilskan bahwa kalkulasi untuk pembangunan Kota Baru Patimban diperkirakan sekitara 10 ribu hektar yang didalamnya ada beberapa infrastruktur seperti apartemen, hotel, rumah sakit, pusat pendidikan, perumahan, hingga pusat perbelanjaan dan beberapa item lainnya.

“Untuk pembangunan Kota Baru Patimban ini belum ketingkat site plan karena RTRW inikan sifatnya makro, jadi pasalnya khusus. Ini baru tingkatan kita. nanti Perda kita bawa ke Provinsi, nah Provinsi itu punya kewenangan untuk mengatur posisi kawasan strategis proxinsi. Nanti apakah akan menjadi kawasan provinsi atau tidak. Tapi kalau melihat optimisme kita, ini pelabuhan jauh lebih besar dari pelabuhan yang ada di Cirebon, nah Cirebon saja bisa menjadi kota tersendiri, apalagi Patimban,” jelasnya.

Selain pembangunan Kota Baru Patimban, Sumasna menyebut didalam revisi RTRW Subang juga sudah dicantumkan pembangunan kawasan Industri. “Kawasan industri wajib ada karena Patimban tidak bisa berdiri sendiri hanya sebagai pelabuhan tapi harus diakomodasi untuk pergudanganya, hotel dan kawasan perdagangan serta industrinya,” kata Sumasna.

Baca juga: DPRD Sahkan Perubahan Perda RTRW Demi Bangun Kota Baru Patimban

Sumasna menambahkan, untuk menunjang akses menuju Kota Baru Patimban, saat ini proses pembangunan jalan tol dan trase kereta api sedang dalam proses pembahasan. Sesuai amanat aturan hal itu harus dilakukan guna menunjang operasi pelabuhan Patimban. Dasar pembangunan pelabuhan itu sudah jelas PP No 47 Tahun 2016 tentang Penetapan Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang.

“Adanya jalan tol baru dan trase kereta api yang baru itu sebagai implikasi dari pembangunan pelabuhan Patimban. Saat ini pemerintah pusat sudah sangat serius untuk pembangunan pelabuhan Patimban ini, dan untuk menindaklajutinya Pemkab Subang melakukan perubahan Perda RTRW dan itu sudah dilakukan,” katanya.

Seperti diketahui, Perda tentang Perubahan Atas Perda No 3 Tahun 2014 tentang RTRW Kabupaten Subang tahun 2011-2031, itu telah disahkan dalam sidang paripurna DPRD yang dilaksanakan pada Rabu (3/1/2018)..

Baca juga: Pelabuhan Patimban Tidak Hasilkan PAD Secara Langsung

Sekertaris Daerah Kabupaten Subang H. Abdurakhman, menambahkan revisi Perda RTRW Subang ini merupakan tuntuan yang harus dilakukan sebagai pendukung proyek strategis nasional di Patimban. “Untuk kelancaran pembangunan pelabuhan, mau tidak mau RTRW ini harus direvisi,” kata Sekda.

Comments

Redaksi: KP. Sukarandeg RT 07/04 Desa Gunungsari Kecamatan Pagaden Kabupaten Subang, Jawa Barat 41252

Kontak: redaksi[@]mediajabar.com

© MEDIAJABAR.com - PT Indowarta Xpress Media

To Top