Pendidikan

Miris, Masih Ada Sekolah Tak Miliki Kursi dan Bangku

SUBANG – Jauh dari pusat kota, tepatnya di Kampung Trungtum Desa Patimban Kecamatan Pusakanagara, Subang ada sebuah sekolah yang tidak memiliki kursi dan bangku. Sehingga proses belajar siswa dilakukan sambil duduk atau lesehan.

Sekolah yang tidak memiliki sarana kursi dan bangku ini adalah SDN RA Kartini. Kondisi seperti ini tentunya menjadi salah satu potret buram dunia pendidikan di Kabupaten Subang.

“Benar, sudah tiga tahun terakhir para siswa kami terpaksa belajarnya sambil duduk, lesehan, karena gak punya kursi dan bangku,” kata Kepala Sekolah (Kasek) SDN RA Kartini Desa Patimban, Nadi Tusnadi, Jumat (6/4/2018).

Dia menyebut, ada dua kelas yang sama sekali tidak memiliki kursi dan bangku, yakni Kelas IV dan V. Sehingga praktis belajarnya sambil lesehan.

Selain minimnya sarana dan prasarana belajar, sejumlah fasilitas lainnya juga mengalami kerusakan, seperti ruang guru, ruang kepala sekolah, dan kamar mandi atau WC.

“WC sekolah juga enggak ada, soalnya bangunan lama kondisinya rusak, gak bisa dipakai,” tuturnya.

Nadi mengaku, sudah berkali-kali mengajukan bantuan sarana dan prasarana, termasuk pengadaan kursi dan bangku, kepada Pemkab Subang melalui Bagian Sarpras UPTD Dinas Pendidikan setempat.

“Tapi enggak direspon, sampai sekarang gak ada realisasinya, padahal sudah sejak tiga tahun lalu ngajuin bantuan, bahkan tiap tahun kami ngusulin ke UPTD. Kami berharap, pemerintah memperhatikan kondisi yang dialami sekolah dan siswa-siswa kami,” ucap Nadi.

Sementara itu, minimnya sarana dan prasarana pendidikan yang dialami SDN RA Kartini Desa Patimban, menimbulkan keprihatinan dari kalangan masyarakat.

Tokoh Pantura Subang, H Karya Zakaria, bahkan mempertanyakan kebijakan pemerintah mengenai alokasi dana pendidikan sebesar 20%.

“Saya jadi heran, anggaran 20% yang dialokasikan untuk dunia pendidikan, digunakan apa saja dan kemana saja selama ini? Kok faktanya masih ada sekolah yang hari gini gak punya kursi dan bangku, sampai harus belajar sambil emok (duduk lesehan). Sudah gitu ruangannya rusak, sehingga kalau hujan sering bocor. Kami benar-benar prihatin, pemerintah harus secepatnya turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut,” tegas Karya.

Terpisah, saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Subang, H Suwarna Murdias, mengaku, belum mendapat informasi ihwal persoalan yang terjadi di SDN RA Kartini Desa Patimban tersebut.

Kendati begitu, pihaknya akan segera mengecek ke lapangan untuk mengambil langkah-langkah selanjutnya. “Belum ada informasi ya, tolong minta alamat lengkap sekolahnya, nanti saya secepatnya ke lapangan,” imbuh Suwarna

Comments
To Top