Pendidikan

Relawan Anak di Subang Dirikan Kampung Dongeng

SUBANG – Cerita dongeng yang dulu melegenda dan selalu dilestarikan oleh para orang tua untuk menghibur anaknya saat ini mulai dilupakan. Sudah jarang ada orang tua yang mau mendongeng kepada anak-anaknya.

“Saat ini banyak orang tua mulai melupakan dongeng. Karena terlalu sibuk dengan berbagai aktivitas pekerjaan, akhirnya orang tua lebih memilih membelikan mainan untuk menemani pertumbuhan sang buah hati,” kata penggagas Kampung Dongeng Subang Sri Mulus Sugiharti, SH, diisela-sela mengisi Pekan Ceria bersama puluhan anak-anak Subang. Minggu (8/4/2018).

Perempuan yang biasa disapa Kak Sri Mulus yang juga Alumnus Fakultas Hukum Universitas Pasundan Bandung itu mengaku prihatin akan tumbuh kembang anak dengan banyaknya orang tua yang memanjakan anaknya dengan mainan modern seperti games online di Smartphone.

Padahal dahulu, kata Kak Sri Mulus, banyak orang tua yang menggunakan dongeng sebagai media edukasi bagi anak. “Melalui sebuah cerita yang mengenalkan akan nilai-nilai kebaikan itu, dipercaya bisa mengembangkan imajinasi anak dan meningkatkan kecerdasan emosional sang anak,” kata Sri.

Maka dari itu, Kak Sri bersama Ketua Kampung Dongeng Subang Kak Euis, Ketua Kampung Dongeng Kota Depok Kak Faisal Rizal, Relawan Kampung Dongeng Kota Tanggerang Selatan  Kak Yadi Bodor dan Kak Ahya Nurdin, Kak Agung, Kak Agus, Kak Yeni berinisiatif mendirikan Kampung Dongeng Subang, sebagai sanggar tempat para pendongeng dalam membentuk karakter anak dengan cerita.

Selain bermain sambil belajar, tujuan dibentuknya Kampung Dongeng Subang untuk menghibur anak-anak usia dini agar lebih ceria dengan cerita-cerita yang dapat membentuk imajinasi anak karena dongeng masih di percaya sebagai media untuk menyalurkan pesan-pesan kebajikan kepada anak-anak dan masyarakat.

“Kampung Dongeng ini juga dijadikan sebagai tempat berkreasi juga sebagai panggung cerita buat anak-anak, sekaligus tempat berbagi kebahagian dengan anak-anak agar mereka bisa ceria,” tandasnya.

Kak Sri menambahkan, kedepan Kampung Dongeng Subang ini akan melakukan road show ke sekolah sekolah seperti PAUD/TK dan SD serta rutin menggelar kegiatan Pekan Ceria buat anak setiap hari minggu yang tempatnya berpindah pindah dari satu kecamatan ke kecamatan lain di seluruh kabupaten Subang.

“Semoga niat baik kami membentuk kampung Dongeng Subang bisa diterima disemua pihak untuk membantu mengembangkan karakter anak anak Subang agar lebih ceria mampu berkreasi, berinovasi dan tampil bercerita mengembangkan seni peran,” katanya.

Kak Sri juga menegaskan, Kampung Dongeng Subang juga berkomitmen untuk mengkampanyekan anti kekerasan terhadap anak. “Stop Segala Bentuk Kekerasan Pelecehan dan Bulllying pada anak,” tegasnya.

Anak-anak itu menurut Kak Sri untuk dibahagiakan, disayang, dicintai dan dihibur agar anak itu lebih ceria bukan untuk dijadikan objek kekerasan, pelecehan baik oleh orang tua maupun orang lain.

“Di kampung Dongeng Subang ini tidak semata mata hanya kegiatannya mendongeng namun banyak hiburan lainnya seperti sulap, senam ceria anak-anak, menyanyi, dongeng dengan bahasa Inggris, bahasa Sunda, kerajinan tangan dengan memanfaatkan barang bekas untuk dijadikan kerajinan dan kegiatan sosial,” paparnya.

Sementara itu Bunda Ida, salah seorang orang tua murid mengaku senang dan mendukung dengan adanya kampung dongeng ini. “Kegiatan dikampung dongeng itu positif membuat imajinasi anak terpancing hingga mau bercerita dan berani tampil di depan,” katanya.

Senada juga dikatakan Bunda Yuli, orang tua peserta didik acara ini baru buat anak-anak dan sangat baik untuk membantu tumbuh kembang anak dan membentuk karakter anak. “Sangat membantu mebentuk karakter anak, kita dukung,” katanya.

Comments
To Top