Ramadhan

Ini Keutamaan 10 Hari Pertama Ramadhan

Kementrian Agama RI sudah memutuskan bahwa awal Ramadhan 1439 Hijriah jatuh pada hari Kamis, 17 Mei 2018. Dengan demikian umat Islam di Indonesia sudah mulai melaksanakan ibadah puasa besok.

Sebelum melaksanakan ibadah puasa, ada baiknya kita mengetahui keutamaan-keutamaan Ramadhan. Ada beberapa fase yang akan kita lewati selama Ramadhan, seperti halnya fase 10 hari pertama Ramadhan.

Dalam sejumlah keteranggan disebutkan bahwa pada 10 hari pertama Ramadhan Allah SWT memberikan keistimewaan dengan membukakan pintu rahmat yang sebesar-besarnya bagi hamba-Nya yang menjalankan ibadah puasa.

Rahmat itu diberikan Allah SWT kepada mereka yang telah sabar dan ikhlas dalam menunaikan puasa selama 10 hari pertama dibulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Dengan keutamaan yang sangat luar biasa pada 10 hari pertama Ramadhan ini, tentunya kita sebagai hamba-Nya tidak boleh melewatkan satu haripun untuk melakukan ibdah kepada Allah SWT.

Manfaatkanlah setiap hari dibulan Ramadhan sebagai ladang ibadah. Lakukanlah kebaikan sebanyak-banyaknya dengan memperbanyak tilawah Al Quran, berdoa, sholat shunah, beramal shaleh dan membantu orang lain.

Selain itu bekerja, memperbanyak silahturahmi, serta menjaga hubungan baik juga merupakan sebuah ibadah. Semoga semua ibadah yang kita lakukan selama bulan Ramadhan diberkahi serta dirahmati Allah SWT.

Dalam sebuah hadist disebutkan bahwa ada tiga fase keutamaan Ramadhan, yakni pada awal, tengah dan akhir Ramadhan. Walapun sebagaian ulama mengemukakan tentang kelemahan periwataran hadist ini, namun tentnunya diperbolehkan menggunakan hadist dhoif untuk yang sifatnya penganjurkan, tentunya untuk meningkatkan ibadah kita.

أَوَّلُ شَهْرِ رَمَضَان رَحْمَة وَأَوْسَطُهُ مَغْفِرَة وَآخِرُهُ عِتْقٌ مِنَ النَّار

“Bulan Ramadhan, awalnya rahmah, tengah-tengahnya maghfirah & akhirnya adl pembebasan dari neraka.” Haidst ini diriwayatkan oleh Al-‘Uqaili dalam kitab khusus tentang hadits dha’if yg berjudul Adh-Dhu’afa’. Juga diriwayatkan oleh Al-Khatib Al-Baghdadi dalam kitabnya Tarikh Baghdad. Serta diriwayatkan juga oleh Ibnu Adiy, Ad-Dailami, & Ibnu Asakir.

Dengan begitu, sebagai umat muslim tentunya kita tidak akan melewatkan untuk melaksanakan ibadah pada 10 hari pertama Ramadhan karena janji Allah SWT membukakan pintu rahmat yang sebesar-besarnya itu benar adanya.

Selain menjalankan ibadah puasa, yakni menahan lapar dan dahaga dari mulai terbit fajar sampai terbenam mata hari. Hal yang tidak bisa dilewatkan adalah Shalat Tarawih.

Keutamaan Shalat Tarawih menjadi salah satu ibadah yang masuk dalam keutamaan Ramadhan. Oleh karena itu bagi mereka yang melaksanakan Shalat Tarawih pahala berkali lipat merupakan janji dari Allah SWT.

Hukum salat tarawih sendiri adalah sunah muakad, dan bisa dilaksanakan secara sendiri maupun berjamaah di masjid. Layaknya salat yang lain, salat tarawih memiliki keutamaan dan mendatangkan pahala besar bagi yang menjalankannya

Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits, pahala shalat tarawih yang dilaksanakan secara ikhlas sama dengan pahala shalat semalam penuh.

مَنْ قَامَ مَعَ اْلإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَة

“Barang siapa qiyamul lail bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya (pahala) qiyam satu malam (penuh).” [HR Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, Ibn Majah,dan Nasa’i,)

Dan disebutkan dalam hadits lainnya

مَنْ قَامَ مَعَ اْلإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَة

‘Barang siapa shalat (tarawih) bersama imam sampai selesai. maka ditulis untuknya shalat satu malam (suntuk).’ (HR abu Dzar).

Comments

Redaksi: KP. Sukarandeg RT 07/04 Desa Gunungsari Kecamatan Pagaden Kabupaten Subang, Jawa Barat 41252

Kontak: redaksi[@]mediajabar.com

© MEDIAJABAR.com - PT Indowarta Xpress Media

To Top