Teknologi

Hapus dan Lupakan Facebook

JAKARTA– Adanya skandal baru dengan dugaan Facebook terlibat secara tidak langsung dalam Pemilu Amerika tahun 2016 membuat Pendiri WhatsApp Brian Acton geram dan mengajak para pengguna untuk melupakan dan menghapus Facebook.

Menurut Brian Acton, sangat mendukung aksi para pengguna jejaring sosial terbesar di dunia itu untuk segera menutup akun mereka. Pernyataan itu dia tulis dalam akun Twitter resminya.

“Sudah waktunya. #deletefacebook,” kata Brian Acton dalam tweet, menggunakan hashtag yang memprotes penanganan krisis oleh Facebook yang merupakan jejaring sosial terbesar di dunia itu seperti dikutip dari firstpost.com, Kamis (22/3/2018).

Co-founder WhatsApp, yang sekarang bekerja di sinyal aplikasi pesan pesaing, memposting komentar di tengah kegemparan yang berkembang atas pengungkapan bahwa data Facebook diambil oleh perusahaan konsultan politik Inggris yang terkait dengan kampanye kepresidenan Donald Trump.

“Hapus dan lupakan. Sudah waktunya untuk peduli tentang privasi,” katanya.

Beberapa situs web menawarkan kiat tentang cara keluar dari Facebook, sambil mencatat bahwa prosesnya lebih rumit daripada yang muncul.

Facebook menawarkan kepada pengguna opsi untuk “menonaktifkan” akun untuk pengguna yang ingin beristirahat dan kembali lagi nanti, atau untuk “menghapus” akun dan datanya secara keseluruhan.

Tetapi Facebook mencatat bahwa beberapa data seperti posting di kronologi teman mungkin tetap ada di sistem bahkan setelah akun dihapus.

Dan pengguna lama Facebook dapat menghadapi kesulitan dalam menangani log-in dan otorisasi ke situs web dan aplikasi lain melalui jejaring sosial.

Situs web The Verge menerbitkan panduan untuk menghapus, menyarankan pengguna untuk mengunduh salinan dari semua data pribadi termasuk foto dan posting sebelum berhenti.

Situs web tersebut mencatat bahwa dibutuhkan waktu hingga 90 hari untuk sepenuhnya menghapus akun, dan data tersebut mungkin tidak dapat diakses selama periode tersebut.

Pengguna juga dapat menghadapi pilihan tentang apa yang harus dilakukan tentang properti lain yang dimiliki Facebook seperti Instagram, WhatsApp, dan Messenger.

Tidak jelas berapa banyak pengguna yang mengikuti pada rencana untuk berhenti Facebook, yang memiliki lebih dari dua miliar pengguna di seluruh dunia.

Namun Roger McNamee, investor awal di Facebook, mengatakan jejaring sosial itu kehilangan kepercayaan dari para penggunanya.

“Masalahnya adalah ketidakpedulian terhadap hak privasi pengguna dan kurangnya perhatian sehubungan dengan data yang telah dipercayakan kepada Facebook,” kata McNamee kepada National Public Radio.

“Saya tidak tahu pasti apa yang terjadi di sini, tapi saya khawatir ada masalah sistemik dengan algoritme dan model bisnis Facebook yang memungkinkan aktor jahat menimbulkan bahaya bagi pengguna Facebook yang tidak bersalah.”

Comments

Redaksi: KP. Sukarandeg RT 07/04 Desa Gunungsari Kecamatan Pagaden Kabupaten Subang, Jawa Barat 41252

Kontak: redaksi[@]mediajabar.com

© MEDIAJABAR.com - PT Indowarta Xpress Media

To Top