Teknologi

Hebat, Gadis Asal Kebumen Ciptakan Aplikasi Callind Pesaing WhtasApp

Novi Wahyuningsih - Detik.com

Siapa yang tidak kenal dengan aplikasi WhtasApp, saat ini penggunannya sudah mencapai satu miliar lebih. Aplikasi berbagi pesan itu cukup terkenal mengalahkan aplikasi-aplikasi sejenisnya.

Tapi tunggu dulu, ada sebuah aplikasi buatan dalam negeri yang ditengarai mampu menyaingi WhatsApp. Aplikasi itu dibuat oleh seorang gadis asal Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah bernama Novi Wahyuningsih (26).

Aplikasi bernama Callind sudah bisa diunduh di Google Play Store. Tidak ada yang berbeda dalam aplikasi ini dengan WhatsApp, hanya saja aplikasi yang memiliki logo berwarna merah dan putih ini buatan orang asli Indonesia.

Callind dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat abad 21 yang tidak pernah lepas dari smartphone, dengan cara mengembangkan satu aplikasi yang bersifat multifungsi. Cukup satu aplikasi sudah bisa berfungsi untuk berbagai hal.

Seperti dikutip dari situs resmi callind.com, aplikasi Callind memiliki sejumlah fitur menarik, seperti Private Chat Pribadi (curhat chat) dan Komunitas, Video Call, Voice Call, Kirim semua bentuk file, foto, stiker, Pasang Iklan, dan iklan pay per click.

Dijelaskan juga bahwa Callind dikembangkan untuk menjawab kebutuhan berkomunikasi, bukan sekedar untuk chat tetapi bisa untuk telepon, video call, kirim berbagai file, foto, video, dan juga untuk pasang iklan atau jual beli produk.

Dikutip dari detikInet, pencipta aplikasi Novi Wahyuningsih yang merupakan gadis asal Desa Tepakyang, Kecamatan Adimulyo itu menceritakan awal mula memiliki ide untuk menciptakan aplikasi Callind.

“Dulu saya kuliah di UGM mengambil jurusan akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, lulus tahun 2011. Saat kuliah saya juga nyambi sebagai penjaga warnet. Dari situ saya mulai belajar bikin blog dan website. Sebelum muncul ide pembuatan Callind malah saya dulu pengennya buat aplikasi medsos seperti Facebook namun belum kesampaian,” kata Novi.

Saat ini diketahui, bahwa Novi selain mengembangkan aplikasi Callind dirinya juga menjadi Direktur Utama di sejumlah perusahaan IT (Teknologi Informasi) yang didirikannya. Sebut saja PT Wahyu Global Abadi, PT Rise Solution International, dan PT Callind Network International.

“Meski kurang sreg, tapi jujur saya pertama kali belajar bisnis dari dunia MLM itu. Saya yang tadinya pendiam dan hanya fokus belajar biar jadi anak cerdas di kampus akhirnya mulai belajar leadership dan marketing,” imbuh Novi.

Tidak hanya lulusan UGM, ia juga meneruskan kuliah di STIE Putra Bangsa Bekasi dan juga meraih gelar Magister Manajemen dari Universitas Bina Nusantara di Jakarta.

Selain belajar otodidak, dalam penciptaan aplikasi Callind, Novi juga belajar mengambil ilmu dari para ahli IT yang ia kenal selama bekerja sebagai marketing di Perusahaan Venture Capital di Kuala Lumpur, Malaysia, pada tahun 2015. Ahli IT dari beberapa negara ia dekati demi menyempurnakan ide yang pernah muncul sebelumnya.

Aplikasi tersebut saat ini sudah bisa diunduh di toko aplikasi Android yakni Play Store. “Setelah beberapa kali uji coba akhirnya pada bulan Maret 2016 lalu aplikasi Callind sudah bisa dipakai meskipun belum resmi di-launching, karena masih kita coba jalankan dulu. Kita lihat perkembangannya dulu, kalau sudah benar-benar siap nanti kita launching,” lanjutnya.

Comments

Redaksi: KP. Sukarandeg RT 07/04 Desa Gunungsari Kecamatan Pagaden Kabupaten Subang, Jawa Barat 41252

Kontak: redaksi[@]mediajabar.com

© MEDIAJABAR.com - PT Indowarta Xpress Media

To Top