Teknologi

Pelaku Penipuan dengan Ponsel Gampang Terlacak

Pernah mendengar aksi penipuan dengan modus sodara ditangkap polisi, lalu pelaku menyuruh korbannya mengirim sejumlah pulsa kepada nomor yang diberikan pelaku? Selain kirim pulsa ternyata ada juga korban yang mentranfer sejumlah uang via ATM.

Aksi penipuan yang menggunakan ponsel atau telpon genggam memang sudah terjadi sejak dulu, dan sampai sekarang para pelaku tidak pernah tertangkap. Pihak kepolisian sulit melacak karena para tersangka cukup pintar. Setelah beraksi mereka langsung membuang SIM Card atau Kartu SIM yang telah mereka gunakan untuk menipu.

Modus penipuan semacam itu, atau modus-modus lainnya yang menggunakan ponsel sebagai alat menipu sepertinya akan segera hilang. Bukan tanpa sebab, sekarang pemerintah akan mulai memberlakukan wajib mendaftrakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tercantum di KTP dan nomor Kartu Keluarga (KK).

Dengan menggunakan KTP dan KK, para pelaku penipuan akan berpikir kembali. Karena jika ada laporan penipuan menggunakan ponsel, nomor pelaku penipuan tentunya yang akan pertama kali dilacak. Pelaku akan segera ditangkap karena sudah terintegrasi dengan nomor KTP dan KK, kelucali pelaku menggunakan KTP dan KK palsu.

Saat ini, operator telekomunikasi di Indonesia mendukung dilaksanakannya kewajiban registrasi layanan prabayar menggunakan NIK yang tercantum di KTP dan nomor KK.

Operator yang telah menyatakan dukungannya, antara lain Telkomsel, XL Axiata, dan Hutchison Tri Indonesia. Para operator berharap registrasi prabayar ini bakal membawa efek positif bagi kondisi industri.

Seperti diketahui, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memperketat proses aktivasi kartu SIM prabayar milik operator telekomunikasi. Pelanggan baru maupun lama wajib mendaftarkan NIK di KTP dan nomor KK miliknya.

Data NIK dan nomor KK yang dicantumkan dalam proses aktivasi tersebut nantinya akan dicocokkan dengan data yang dimiliki oleh Dinas Kependudukan dan Kantor Catatan Sipil (Dukcapil), sehingga pengguna tidak bisa lagi sembarangan memasukkan nomor.

Aturan baru ini akan berlaku mulai 31 Oktober 2017. Selain itu, pelanggan lama juga diwajibkan untuk mendaftar ulang dengan waktu paling lambat pada 28 Februari 2018 mendatang.

Comments

Redaksi: KP. Sukarandeg RT 07/04 Desa Gunungsari Kecamatan Pagaden Kabupaten Subang, Jawa Barat 41252

Kontak: redaksi[@]mediajabar.com

© MEDIAJABAR.com - PT Indowarta Xpress Media

To Top