Tokoh

Sir William Henry Perkin, Penemu yang Sempat Buat Heboh Dunia Fashion

Tidak ada yang menyangka berkat kegagalan eksperimen yang dilakukan oleh seorang ahli kimia disebuah laboratorium akan membuat sosok Sir William Henry Perkin dikenal dunia.

Awalnya Sir William Henry Perkin saat berusia 18 tahun belajar di bawah bimbingan August Wilhelm von Hofmann, seorang ahli kimia asal Jerman. Ketika melakukan eksperimen disebuah laboratorium sebuah peristiwa membuat Sir William Henry Perkin berpikir.

Saat ini, setelah Hofmann melakukan sebuah eksperimen kimia untuk menemukan obat penyakit malaria gagal. Beberapa percobaannya yang gagal ini pun menyisakan banyak aparatus kotor yang harus dibersihkan Sir William Henry Perkin.

Saat proses pembersihan, Sir William Henry Perkin menemukan hal yang tidak biasa, dia melihat sebuah zat berwarna ungu dengan sifat pewarnaan yang sangat bagus dan begitu jelas, suatu hal yang tak pernah ia lihat sepanjang hidupnya.

Sir William Henry Perkin menyadari hal tersebut setelah zat ‘aneh’ itu meninggalkan noda ungu yang jelas saat diencerkan dengan alkohol.

Lalu, Sir William Henry Perkin kembali mencoba mencampur zat-zat yang menghasilkan warna ungu itu dia lakukan. Hingga akhirnya dia berhasil menemukan formula yang tepat untuk mereplikasikannya,

Sir William Henry Perkin pun mematenkan temuannya sekaligus mengkomersialisasikan hasil risetnya. Zat pewarna ungu ini kemudian ia namakan “mauveine” atau dikenal juga dengan anilin ungu (aniline purple), atau Tyrian Purple.

Mauvenine ini lah yang menjadi basis sekaligus pionir dalam perkembangan industri pewarna buatan. Setelah itu dia kemudian berfikir unruk mengkomersialkan hasil temuannya itu.

Google doodle menampilkan hasil penemuan Sir William Henry Perkin

3 Tahun setelah ia berhasil menguasai formulanya, pada tahun 1856 akhirnya Sir William Henry Perkin mendapatkan hak paten untuk memproduksi pewarna sintetis ini.

Dengan dibantu ayah dan keluargannya yang lain,  Sir William Henry Perkin membuat sebuah pabrik untuk memproduksi zat warna ungu sintetis atau dikenal sebagai warna tekstil itu.

Tidak disangka pakaian berwarna ungu kala itu bisa dikatakan sebagai dresscode bagi kalangan elite tertentu karena Mauvenine yang ditemukan Sir William Henry Perkin sendiri dianggap sangat mahal untuk sebagian besar orang.

Berkat penemuan yang tidak sengaja itu membuat Sir William Henry Perkin yang lahir di London Timur, Inggris, 12 Maret 1838 silam menjadi orang sukses dan terkenal diseluruh dunia.

Sir William Henry Perkin merupakan sosok penemu warna sintsis ungu pertama ini merupakan lelaki dari keluarga pengusaha. Sosok ayah Sir William Henry Perkin yakni George Perkin adalah seorang Tukang Kayu yang sukses di eranya kala itu.

Nama Sir William Henry Perkin sampai saat ini tetap akan dikenang sebagai penemu warna sintetis yang sempat membuat heboh Inggris kala itu. Bahkan seluruh dunia dengan ‘kegilaan’ pada tren fashion bernuansa ungu yang kian menjadi-jadi.

Untuk merayakan hari kelahiran sang penemu warna sintesis Sir William Henry Perkin, hari ini, Senin (12/3/2018) Google nemapilkan warna ungu dengan latar sejumlah orang yang memang dulu tergila-gila dengan fashion bernuansa ungu.

Google memberi kenngan khusus kepada Sir William Henry Perkin yang berhasil menemukan zat berwarna ungu itu, dan kini dikenal sebagai reaksi parkin.

Sungguh luar biasa, sosok Sir William Henry Perkin ini, dunia juga mengakui pada Sir William Henry Perkin mendapatkan gelar bangsawan pada tahun 1906, bertepatan dengan peringatan 50 tahun penemuannya untuk “mauvein”.

Comments

Redaksi: KP. Sukarandeg RT 07/04 Desa Gunungsari Kecamatan Pagaden Kabupaten Subang, Jawa Barat 41252

Kontak: redaksi[@]mediajabar.com

© MEDIAJABAR.com - PT Indowarta Xpress Media

To Top